"Saat ini sejumlah sekolah yang sudah menerapkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) cenderung mewajibkan calon siswanya membayar biaya yang sangat tinggi," tutur Iwan Hermawan, Sekjen DPP FGII yang ditemui detikbandung disela-sela konferensi pers Rakornas FGII di Gedung Indonesia Menggugat, Senin (22/6/2009).
Iwan menambahkan sejumlah sekolah di Bandung yang menerapkan RSBI telah menerima pendaftaran siswa baru sejak bulan Mei 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Iwan berpendapat, SBI adalah salah satu bentuk neoliberalisasi pendidikan. "Kalau pendidikan sudah diperjualbelikan seperti ini, ini sudah menjadi neolib pendidikan," seloroh Iwan.
Iwan berharap pemerintah mendatang bisa membuat sistem yang lebih baik dari SBI karena menurutnya pendidikan itu universal dimana setiap orang boleh merasakannya. "Kalau yang dipakai sistem SBI kasihan orang-orang yang kurang mampu, masak kita harus kembali ke era penjajahan lagi. Ada sekolah untuk orang miskin dan sekolah untuk kaum borjuis," tutur Iwan.
(dip/tya)











































