FGII: SBI = Sekolah 'Bertarif' Internasional

FGII: SBI = Sekolah 'Bertarif' Internasional

- detikNews
Senin, 22 Jun 2009 15:43 WIB
FGII: SBI = Sekolah Bertarif Internasional
Bandung - Sistem Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) menuai kritik Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). Mereka menilai penerapan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di Bandung dan Indonesia tidak tepat. Apalagi biaya untuk bersekolah di SBI ini jauh lebih mahal dibanding sekolah pada umumnya.

"Saat ini sejumlah sekolah yang sudah menerapkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) cenderung mewajibkan calon siswanya membayar biaya yang sangat tinggi," tutur Iwan Hermawan, Sekjen DPP FGII yang ditemui detikbandung disela-sela konferensi pers Rakornas FGII di Gedung Indonesia Menggugat, Senin (22/6/2009).

Iwan menambahkan sejumlah sekolah di Bandung yang menerapkan RSBI telah menerima pendaftaran siswa baru sejak bulan Mei 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejumlah SMK di Bandung, seperti SMK 4, SMK 9, SMK 7 dan SMK 6 telah menerima pendaftaran siswa baru sejak Mei 2009. Parahnya lagi salah satu SMK sampai mewajibkan siswa baru membayar Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) sebesar Rp 9 juta plus laptop, dan itu tidak boleh dicicil," ujar Iwan.

Selain itu Iwan berpendapat, SBI adalah salah satu bentuk neoliberalisasi pendidikan. "Kalau pendidikan sudah diperjualbelikan seperti ini, ini sudah menjadi neolib pendidikan," seloroh Iwan.

Iwan berharap pemerintah mendatang bisa membuat sistem yang lebih baik dari SBI karena menurutnya pendidikan itu universal dimana setiap orang boleh merasakannya. "Kalau yang dipakai sistem SBI kasihan orang-orang yang kurang mampu, masak kita harus kembali ke era penjajahan lagi. Ada sekolah untuk orang miskin dan sekolah untuk kaum borjuis," tutur Iwan.
(dip/tya)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads