"Sampai saat ini kita belum punya ambulans, sekarang pakai mobil dinas yang disimpan di sini dan siap pakai untuk membawa mereka ke rumah sakit," ujar Sukotjo, Kepala Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, yang ditemui usai simulasi kebakaran, Senin (22/6/2009).
Lapas Sukamiskin juga tidak memiliki dokter, untuk mengontrol kesehatan penghuni lapas, yang ada 1 tenaga paramedis, dan itu pun laki-laki. "Sampai sekarang baru ada 1 tenaga paramedis yang ada di lapas ini, dokter juga belum punya, jadi kalau ada apa-apa ya ke RSHS," tambah Sukotjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disini 183 penghuni lapas dibagi ke dalam 4 regu, 1 regu hanya diawasi 5 orang, idealnya 1 regu itu 15 orang. Jadi masih sangat minim, apalagi petugasnya semua wanita," katanya.
Yang menarik dari lapas wanita ini adalah adanya anak salah satu penghuni lapas yang ikut tinggal bersama ibunya di lapas Sukamiskin. Menurut Sukotjo, memang ada kebijakan dari Lapas Sukamiskin yang memperbolehkan penghuni lapas yang melahirkan atau mempunyai anak dibawah 3 tahun untuk dibawa serta ke Lapas. Biaya perawatan anak mulai dari susu dan makanan, disediakan oleh lapas.
"Kita ada kebijakan, boleh bawa anak, selama anaknya masih kecil. Tapi itu diperbolehkan hanya 2 tahun saja," ungkapnya.
Lapas Sukamiskin yang berkapasitas 700 orang ini terbilang cukup aman dan bersih, para penghuni lapas yang terdiri dari 44 orang tahanan dan 138 orang napi ini menghuni sebagian dari 44 kamar yang dibagi menjadi 2 blok, yaitu blok anggrek dan cempaka.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)
