Merasa aneh dan khawatir dengan hawa panas yang timbul di lantai dan dinding rumahnya, Deden Kurnia (47) sempat mendatangi badan geologi serta pusat vulkanologi di Bandung. Namun, hingga saat ini belum ada petugas yang datang untuk mengecek.
"Suami saya sempat datang ke badan geologi untuk melaporkan kasus ini, namun disuruh ke bagian vulkanologi (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana-red). Trus akhirnya suami saya mendatangi bagian vulkanologi, tapi katanya harus pakai surat resmi," ujar istri Deden, Ai Siti Fatimah, di kediamannya di Jalan Setra Duta, Gang Pancingan, RT 5 RW 6, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Senin (22/6/2009).
Akhirnya pada 14 Juni lalu, tutur Ai, suaminya kembali ke bagian vulkanologi. "Tapi saat itu suami saya hanya diinterview, cuma ditanya ini itu. Enggak ada petugas yang mengecek ke rumah," sesal Ai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika disinggung soal kemungkinan adanya kabel listrik yang korslet, Ai mengaku sangsi. Sebab, di balik dinding dan lantai yang mengeluarkan hawa panas tak ada kabel listrik. Bahkan, suaminya pun sempat mengecek plafon rumah. Namun tak ditemukan kabel listrik yang korslet.
"Kalau gara-gara panas akibat korslet listrik, harusnya kalau dipegang langsung nyetrum. Tapi ini mah enggak," katanya.
Pantauan detikbandung, hawa panas yang dirasakan di dinding lebarnya sekitar 40 cm dengan tinggi hingga 2 meter. Jika dirasakan dari bawah, hawanya masih terasa hangat. Namun makin ke atas, makin panas. Sedangkan untuk hawa panas di lantai dirasakan dengan ukuran 20 cmx20 cm. Untuk dinding, pemilik rumah sengaja menandainya dengan pensil.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung (ern/ern)











































