Kebakaran ini bermula dari salah satu ruangan yang terbakar, kemudian petugas lapas mencoba memadamkannya dengan hydrant. Beberapa menit kemudian, para napi berhamburan, berlarian keluar ruangan sambil berteriak-teriak. "Kebakaran, kebakaran," teriak mereka sambil berlari. Bahkan saking bersemangat berlari, beberapa napi terjatuh.
Penghuni lapas yang total berjumlah 183 orang ditambah seorang anak ini, juga berteriak untuk meminta tolong. "Tolong..tolong.." teriak mereka lagi. Kemudian beberapa saat kemudian, petugas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi dan langsung menyemrotkan air pada ruangan yang terbakar diiringi teriakan dari para penghuni lapas. Penghuni lapas yang terluka dibawa ke pinggir lapangan oleh petugas PMI dan diberi pengobatan, dan beberapa lainnya dibawa ke Ambulans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa menit kemudian petugas Damkar pun berhasil memadamkan api di area Lapas yang terbakar. Para penghuni lapas kemudian dikumpulkan di lapangan, mereka berteriak-berteriak dan ingin menelepon keluarga mereka untuk memberitahukan keadaan mereka yang baik-baik saja kepada keluarga. Namun hal itu dilarang petugas. Kemudian mereka pun hanya bisa berteriak "Allahu Akbar" dengan tangan terangkat ke atas layaknya orang berdoa.
Simulasi ini pun berakhir dengan tepuk tangan para penonton yang diantaranya adalah Wali Kota Bandung Dada Rosada. Simulasi yang sebelumnya diperkirakan akan menghabiskan waktu selama 1 jam ternyata hanya memakan waktu 14 menit saja.
Ruangan lapas yang terbakar pun tidak sebenarnya dibakar, dibagian depan dan atas ruangan yang diceritakan terbakar itu disimpan tong sebagai tempat pembakaran. Sehingga dari kejauhan terlihat api yang membumbung.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/ern)











































