KALAM Jabar Sangkal Wagub Pro Boediono

KALAM Jabar Sangkal Wagub Pro Boediono

- detikNews
Minggu, 21 Jun 2009 17:14 WIB
KALAM Jabar Sangkal Wagub Pro Boediono
Bandung - Kedatangan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf ke acara 'Boediono Mendengar' pada Jum'at (19/6/2009) yang sempat dinilai disinyalir sebagai bentuk dukungan Dede pada Boediono dibantah keras oleh Keluarga Alumni Aktifis Mesjid Kampus Wilayah (Kalam) Jabar. Tapi tujuan kedatangan Dede adalah untuk memenuhi undangan dan penghormatan pada Boediono.

Pendapat tersebut diungkapkan oleh Ketua Presidium Kalam Jabar Bob Soelaiman Effendi kepada wartawan di cafe de'risol, Minggu (21/6/2009).

"Perlu ditegaskan bahwa kedatangan wagub ke Rumah Makan Dago Panyawangan adalah undangan KALAM Jabar untuk menghadiri Deklarasi Pembentukan KALAM Jabar yang acaranya berlangsung beberapa saat sebelum 'Boediono Mendengar," ujar Bob.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Bob mengatakan bila Dede datang atas nama pribadi, bukan dengan kapasitasnya sebagai Wagub. "Dede datang atas nama pribadi untuk memenuhi undangan deklarasi. Nah usai deklarasi ada acara Boediono mendengar. Sebagai
bentuk penyampaian rasa hormat maka Dede hadir disana," paparnya.

Bob menambahkan bila dalam acara itu tidak ada satu pun elemen-elemen kampanye atau penyampaian dukungan dari Dede pada Boediono atau dari Boediono sendiri.

"Konteks acaranya jelas yaitu Seminar Ekonomi Syariah. Karena Boediono pakar ekonomi syariah kita undanglah dia sebagai pembicara. Selain itu tidak ada spanduk ataupun kata-kata dukungan terhadap Boediono," tutur Bob panjang.

Kepada seluruh pihak Bob menghimbau untuk tidak terlalu membesar-besarkan masalah tersebut. Menurutnya itu hanyalah salah interpretasi mengenai definisi kampanye. Bahkan, Bob sebagai perwakilan KALAM Jabar bersedia bersaksi bila
masalah ini sampai ke tangan Panwaslu.

"Kalau Dede sampai berkata 'mari kita dukung SBY Boediono, Lanjutkan! Itu baru kampanye. Nah ini adem ayem saja tentu ini bukan kampanye, dan kami siap jika harus bersaksi didepan Panwaslu," pungkas Bob. (dip/ema)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini