Kasat Reskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat membantah pihaknya melakukan penyelesaian kasus Singgih dengan jalan damai. Polisi akan usut tuntas dan menangkap pelaku dugaan pengeroyokan tersebut.
"Itu tidak benar jika kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, ini menyangkut nyawa," kata Arman saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Mapolwiltabes Bandung, Jumat (19/6/2009).
Arman pun membantah, keterangan saksi yang disampaikan bohong dari anggota polisi kepada keluarga sebagai informasi yang tidak benar. "Kita serius menangani kasus singgih," tegas Arman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ibunda Singgih, Dede Heriyadi, mengatakan polisi sempat memanggil suaminya Pendi (37) untuk dimintai keterangan terkait tewasnya Singgih Heriyadi, Minggu (25/5/2009) dini hari.
Diceritakan Dede, keterangan yang disampaikan oleh rekan Singgih yang juga menjadi korban pengeroyokan adalah keterangan bohong. Bukan itu saja, keluarga ditawari penyelesaian secara kekeluargaan, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Singgih ditemukan tewas Minggu 25 Mei 2009 dini hari di Jalan Jawa. Menurut keterangan rekan korban yang turut bersama Singgih saat itu, AM (16), sebelum tewas Singgih diduga dianiaya sekelompok orang yang tengah berkumpul di kios tepat di depan SMP Negeri 5.
Dalam kesaksiannya pula, AM mengatakan ia dan rekannya dikira sebagai anggota geng GBZ.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































