Hal ini disampaikan salah seorang anggota angkatan pertama yang juga pembina XTC Agi Lukas. Dituturkan Agi, kelompoknya pernah ikut mendirikan IMI Jabar pada tahun 1991.
"Dulu ada iuran, tapi dari iuran tersebut tidak ada kontribusinya. Kita merasa seperti dianaktirikan. Malah yang ada kompetisi-kompetisi mobil saja. Bisa dibilang tidak ada wadah penyaluran untuk road race," kata Agi, menambahkan hengkangnya XTC dari IMI pada tahun 1997.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau berantem karena kalah balap itu biasa zaman saya dulu," kisah Agi.
Terkait tertangkapnya 15 anggota kelompok yang mengatasnamakan XTC, dirinya lebih menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku.
"Jangan langsung menuduh itu kelompok XTC," kata Agi, seraya menambahkan XTC siap jika IMI merangkul kembali masuk ke organisasi IMI.
Sebelumnya Ketua IMI Jabar Oke Junjunan mengimbau agar persoalan yang dikait-kaitkan dengan geng motor diselesaikan secara persuasif. Polisi, pemerintah dan pihak-pihak berwenang, diharapkan berupaya merangkul kelompok-kelompok yang diduga geng motor tersebut lebih dulu. IMI bahkan menyatakan siap menjadi fasilitator.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)










































