Hal ini dituturkan psikolog RSHS Teddy Hidayat terkait banyaknya anggota geng motor yang berasal dari kalangan remaja.
"Di masa remaja, para remaja membuat suatu kelompok karena ingin dihargai oleh orang lain. Melihat teman hebat, lalu ingin lebih hebat dari orang tersebut. Kelompok geng motor di Bandung yang kebanyakan remaja, menunjukkan bahwa para geng motor ini ingin tampil lebih macho dan lebih hebat dari kelompok-kelompok lainnya," tutur Teddy saat dihubungi detikbandung, Kamis (18/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih celeka lagi, sebelum melakukan aksi di jalanan seperti tawuran atau tindakan lainnya, anggota geng motor kerap mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang. Ini dengan mudah diadopsi para remaja.
"Itu akan membuat kepribadian seseorang lebih berani, sehingga pengendalian dirinya berkurang. Alhasil seperti rem blong," lanjut Teddy.
Teddy juga mengharapkan orang tua mengawasi anak-anaknya yang beranjak dewasa. "Perlu tahu anak bergaul dengan siapa, siapa teman-temannya. Kalau keluar rumah ditanya, mau ke mana," lanjutnya.
Sementara di sekolah, peran guru juga dinilai penting agar mengarahkan anak-anak terhindar dari kejahatan. "Guru bisa menggiring mereka untuk mengisi kekosongan waktunya dengan kegiatan ekstra kurikuler," tambah Teddy.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































