Hal itu dikatakan Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) Bioteknologi LIPI Bambang Prasetya seusai menghadiri seminar International Conference on Energy and Environment: Reinvention for Developing Countries, di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesa, Selasa (16/6/2009).
"Gaji yang sekarang didapat peneliti membuat tidak kredibel, dalam arti tidak maksimal dari apa yang dikerjakan," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gaji Rp 2 juta, bisa dibayangkan habis untuk digunakan keperluan keluarga yang memiliki dua orang anak," katanya, seraya menambahkan terdapat 2.200 peneliti di bidang bioteknologi dari 43 intitusi dan 88 universitas.
Dirinya optimis dengan gaji yang dinilai memadai dapat membawa persaingan penelitian di bidang bioteknologi bersaing dengan negara lain.
"Contohnya saja peneliti kita yang di Jepang mampu bersaing bahkan lebih maju dibandingkan peneliti lokal di Jepang sana," kata Bambang.
"Tapi sayang, ketika kembali ke Indonesia prestasi mereka bukan malah meningkat tapi merosot, ya karena itu tadi," sambungnya.
Disinggung harapan pemimpin ke depan dengan nasib para peneliti, Bambang memilih untuk netral. "Siapapun pemimpinnya yang penting punya komitmen terhadap Iptek, karena yang dirasakan saat ini sangatlah kurang," ucapnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/lom)











































