Dari Helm Menjadi Laptop

Entrepreneur Wanna Be Contest

Dari Helm Menjadi Laptop

- detikNews
Senin, 15 Jun 2009 18:13 WIB
Dari Helm Menjadi Laptop
Bandung - Sim salabim. Dari helm menjadi laptop. Siapa yang menyangka kalau ide tentang helm audio yang ditulisnya dalam blogdetik membuat Agus Santoso mendapatkan satu unit laptop. Yah, hal itu terjadi dalam program "Entrepreneur Wanna Be Contest".

Dalam kegiatan yang digelar atas kerjasama detikbandung dan Telkomsel ini, diikuti oleh puluhan blogger. Dalam kompetisi ini Agus Santoso menjadi juaranya. Alumni Unpad yang saat ini membuka usaha warnet di Jalan Surapati ini memaparkan ide cerdasnya dalam blogdetik miliknya.

Juri yang terdiri dari detikbandung, blogdetik dan Telkomsel ini dibuatnya jatuh hati atas postingan tersebut. Wajar saja akhirnya Agus berhak mendapatkan laptop dalam program "Entrepreneur Wanna Be Contest".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam postingannya Agus membahas peluang usaha helm audio. Idenya cukup ringan tetapi menarik. Tentu saja dia tidak membahas detail teknisnya, hanya
gambaran-gambaran yang relatif kasar, bahkan impian untuk membangun pabrik. Meski demikian, Agus tetap berangkat dari detail yang sangat sederhana yaitu jasa pemasangan dan modifikasi.

"Ide tersebut bisa direalisasikan. Bukan mengada-ada, tinggal menunggu investor saja yang ingin membiayai produksinya," paparnya kepada detikbandung.

Tak hanya Agus, dua peserta lainnya yang beruntung yakni Yangki Imade Suara dan Achmad Zaky Syaifudin masing-masing berhak atas satu buah modem USB Telkomsel Flash.

Bagi Telkomsel, kompetisi-kompetisi semacam ini bukan semata untuk mengejar profit melainkan untuk mengedukasi masyarakat tentang keuntungan menggunakan
produknya.

"Kita tidak hanya mengejar profit semata. Namun yang paling penting adalah bagaimana pelanggan bisa mendapatkan benefit dari produk kita," ujar Manager
Grapari Telkomsel Bandung Sri Bimo Ariyanto.

Tak heran dalam program "Entrepreneur Wanna Be Contest", Telkomsel sangat antusias. Bagi Telkomsel, program kompetisi semacam ini selain memberikan
edukasi kepada masyarakat, juga sebagai cara mendekatkan diri dengan pelanggannya.

"Kita lihat responnya sangat bagus. Kita ingin teruskan dengan skala yang lebih luas lagi. Mungkin dari tingkat sekolah" kata pria penggila bola.

Saat ini di Jabar, jumlah member As School Community telah mencapai 550 ribu member dan sekolah yang tergabung dalam komunitas sekolah tersebut sebanyak 580 sekolah.

Sedangkan untuk mobile campus community, saat ini sudah mencapai 45 ribu member dengan 45 kampus yang tergabung dalam komunitas kampus tersebut. "Sebulan rata-rata bisa sampai 15-20 ribu member baru yang bergabung," ungkapnya.

(afz/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads