PJTKI Yang Berangkatkan Onis Udah Bangkrut

TKI Tewas Gantung Diri di Malaysia

PJTKI Yang Berangkatkan Onis Udah Bangkrut

- detikNews
Senin, 15 Jun 2009 15:00 WIB
PJTKI Yang Berangkatkan Onis Udah Bangkrut
Bandung - Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan Onis dikabarkan bangkrut sebulan setelah keberangkatan Onis. Hal itu baru diketahui setelah Onis dikabarkan tewas gantung diri di rumah majikannya.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan putra sulung Onis, Sarifudin (27), dari pihak pemerintahan desa, PJTKI dengan bendera Cahya Dwi Primadona dengan alamat di Cileungsi sudah tidak beroperasi.

"Kata orang desa perusahaannya sudah bangkrut," kata Sarifudin, ditemui detikbandung di kediamannya Desa Sarimukti, Kampung Cijati, RT 3 RW 13, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya penelusuran oleh pemerintah desa tersebut dilakukan setelah mendapatkan kabar Onis tewas gantung diri.

Onis, disebutkan Sarifudin, berangkat ke Malaysia atas rekrutan sponsor (sebutan untuk calo TKI) yang biasa mengajak warga sekitar untuk bekerja di luar negeri bernama Otasih, dengan bendera perusahaan bernama PT Samudara Pasifik. "Selama ini nggak ada keluhan dari warga yang diajak Bu Otasih," kata Sarifudin.

Onis dikabarkan tewas dengan gantung diri di rumah majikannya pada tanggal 26 Mei 2009 atas pemberitahuan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Serawak, Malaysia. Sementara itu, keluarga baru menerima kabar pada tanggal 3 Juni 2009 diantar oleh kepolisian Polsek Cipatat.

Dari hasil wawancara yang didapatkan detikbandung dengan keluarga korban serta data yang diterima keluarga dari Konjen RI terdapat ketidaksesuaian antara usia yang disebutkan keluarga dengan data Konjen.

Disebutkan keluarga usia Onis adalah 39 tahun sedangkan di data tersebut tertera Onis kelahiran tahun 10 Oktober 1975. "Kalau yang saya denger sponsor minta dimudain saja," kata Sarifudin.Β Β Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung (ahy/ern)


Berita Terkait