Capres dan Cawapres 'Rawan' Pelanggaran HAM

Capres dan Cawapres 'Rawan' Pelanggaran HAM

- detikNews
Sabtu, 13 Jun 2009 10:06 WIB
Bandung - Sejumlah aktivis HAM menilai calon presiden dan wakil presiden memiliki catatan buruk dalam pelanggaran HAM di masa lalu. Hal tersebut menimbulkan kondisi dilematis bagi Indonesia dalam pilpres nanti.

Seperti dituturkan Anggota DPR RI Effendy Choirie yang akrab disapa Gus Choi dalam diskusi Politik Elektoral 2009 dan Masa Depan Penegakan HAM di Unpar, Jumat (12/6/2009. Menurut Gus Choi Presiden SBY tidak berprestasi dalam HAM dan Ekonomi. Dinilainya SBY sebagai operator dalam tragedi 1998.

"Perlu diingat bahwa SBY juga merupakan operator dalam tragedi 1998, apalagi dibidang Ekonomi. Soeharto saja yang memimpin selama 32 tahun 'hanya' berhutang 1500 trilyun, tapi SBY baru memimpin 5 tahun sudah berhutang 1600 trilyun," terang Gus Choi.

Dalam diskusi tersebut Ketua Imparsial Rachlam Nasidiq berpendapat bahwa figur-figur calon pemimpin negara yang akan bertarung dalam pilpres mendatang adalah figur yang berupaya menciptakan perasaan amnesia bagi rakyat dari luka pelanggaran HAM dimasa lalu.

"Sebutlah Prabowo dan Wiranto, apa kita sudah lupa dengan polah mereka dimasa lalu. Prabowo bahkan sudah dicopot karir kemiliterannya sejak tragedi 1998 dan juga Wiranto dengan masalah Timor-timornya," tutur Rachlam.

Menurutnya, akan sangat tidak lucu jika suatu saat wapres terpilih tiba-tiba ditangkap karena terkuaknya kasus pelanggaran HAM, atau mendapat banned saat harus melakukan perjalanan dinas keluar negeri.

"Idealnya 3 partai pemenang pemilu legislatif bergabung. Nah dari sana baru bisa terpilih figur capres dan cawapres ideal," ujar Rachlam menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Sumarsih perwakilan dari keluarga korban pelanggaran HAM ditahun 1998 menuturkan bahwa penegakkan HAM di Indonesia masih berjalan sangat terjal. Sebelas tahun pasca insiden yang menimpa anaknya, dirinya masih belum merasakan adanya angin reformasi yang membawa perubahan pembelaan HAM kearah yang lebih baik.

"Apalagi ini menjelang pilpres. Calon-calon yang ada sebenarnya adalah borok pelanggaran HAM dimasa orde baru. Untuk itu lebih baik tidak memilih saja," ujarnya.

(dip/ema)


Berita Terkait