4.000 Pulau di Indonesia Terancam Hilang pada 2018

4.000 Pulau di Indonesia Terancam Hilang pada 2018

- detikNews
Rabu, 10 Jun 2009 14:20 WIB
4.000 Pulau di Indonesia Terancam Hilang pada 2018
Bandung - Dugaan perubahan iklim yang terjadi di dunia sebagai fenomena alam semakin diperdebatkan. Penelitian sejumlah lembaga riset dunia membuktikan bahwa faktor utama terjadinya perubahan iklim di dunia adalah perilaku manusia itu sendiri.

Perkataan tersebut disampaikan oleh Henri Bastaman, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam sambutannya pada acara Seminar Profesi Pekerjaan Sosial "Save Our Nation From Disaster" di Kampus Universitas Padjajaran, Rabu (10/6/2009).

"Semenjak digunakannya bahan bakar fosil sebagai penggerak roda industri dunia, temperatur bumi meningkat drastis. Kenaikan temperatur ini juga diiringi oleh penumpukan volume CO2 di muka bumi," tutur Henri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya tingkat panas bumi sudah dil uar batas wajar. Tingkat es yang mencair di Kutub Utara sudah semakin tinggi. Hal ini berdampak pada peningkatan volume air laut.

"Tiga minggu lalu saya membaca berita adanya es yang patah di kutub utara seluas 370 kilometer persegi, atau kurang lebih empat kali luas Kota Bandung. Bisa dibayangkan berapa banyak volume air laut yang naik akibat peristiwa itu," ujar Henri.

Henri menuturkan mencairnya es di kutub utara sangat berdampak bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir rob di sejumlah daerah di Indonesia.

"Laut di Indonesia volumenya sudah bertambah tinggi, sekalipun angka pastinya belum diketahui dampaknya sudah kita rasakan bersama. Seperti pasang tinggi di wilayah Pantai Utara Jawa," tutur Henri.

Menurut Henri, pihaknya pernah menerima hasil riset ITB di tahun 2008 yang memprediksi akan kemungkinan hilangnya banyak pulau dari Indonesia yang notabene adalah negara kepulauan.

"Dari 17 ribu pulau di Indonesia, jika perubahan iklim terus terjadi bukan tidak mungkin 4 ribu pulau akan hilang terendam laut," tukas Henri.

Selain itu dampak yang lebih besar bisa dipastikan akan terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama.

"Mungkin kita semua pernah mendengar berita bahwa tahun 2050 Cengkareng akan menjadi Ancol," selorohnya.

Henri menambahkan perlunya peran insan akademis teknik dan non-teknik untuk menghindari hancurnya Indonesia dari bencana super besar.

"Selama ini yang terdengar gaungnya baru peran insan akademis teknik untuk membuat alat-alat yang bisa mencegah bencana timbul parah dan evakuasi korban. Padahal peran akademisi non teknik juga tidak kalah pentingnya untuk menangani aspek kemanusiaan dan menanamkan kesadaran akan pentingnya pemahaman lingkungan," tutur Henri.

Terkait dengan bagian Indonesia yang paling berpotensi terancam hilang, Henri menuturkan titik-titik tersebut ada di bagian Indonesia timur. "Ambon, Bali, NTB dan Madura adalah sejumlah daerah yang paling berpotensi terkena efek peningkatan permukaan laut," ujar Henri.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(dip/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini