Napi Malas Periksa, TB Subur di Penjara

Napi Malas Periksa, TB Subur di Penjara

- detikNews
Rabu, 10 Jun 2009 13:02 WIB
Napi Malas Periksa, TB Subur di Penjara
Bandung - Penyakit Tuberculosis (TB) menjadi penyakit menular tertinggi No 2 setelah HIV/AIDS di lembaga permasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia. Hal tersebut dikatakan Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) Depkumham Untung Sugiono, saat konfrensi pers usai menghadiri acara TB Day di Lapas Kelas II Banceuy, Jalan Soekarno Hatta 187, Rabu (10/6/2009).

Dikatakan Untung, saat ini di Indonesia ada sebanyak 2.190 napi yang suspect TB, sementara yang positif TB 491 orang. "Ini fenomena gunung es, bisa saja banyak penghuni lapas yang suspect tapi tidak diketahui," ujar Untung.

Di Lapas Banceuy sendiri, dari 1.091 napi terdapat 145 napi yang suspect TB, dan 7 positif TB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Untung kurangnya kesadaran memeriksakan diri menjadi salah satu faktor penyebab masih banyaknya penghuni lapas yang menderita TB. "Setiap orang yang masuk ke lapas ini ada pemeriksaan kesehatan, tapi hanya pemeriksaan badan saja. Dan tidak semua orang mau diperiksa," ungkap Untung.

Dikatakan Untung, bagi mereka yang sudah positif TB dan akut di Lapas Banceuy disediakan ruang inap agar penyakit TB tidak menular pada yang lain. "Di sini disediakan klinik. Ada ruang inap bagi para napi yang penyakitnya akut," ujar Untung.

Kepala Lapas Banceuy Ilham Djaya menuturkan, pemeriksaan bagi para napi di Lapas Banceuy tidak dikenakan biaya, sehingga napi seharusnya tidak perlu sungkan. "Untuk biaya di sini gratis karena kita bekerjasama dengan LSM," kata Ilham.

Terkait penularan TB, menurut Ilham penularan TB salah satu faktornya adalah karena daya tampung napi di lapas sudah overload. "Di Lapas Banceuy ini banyak napi kiriman, mungkin itu bisa menular," kata Ilham.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads