Bermain dengan Lebah Madu, Yuk!

Bermain dengan Lebah Madu, Yuk!

- detikNews
Rabu, 10 Jun 2009 11:16 WIB
Bermain dengan Lebah Madu, Yuk!
Bandung - Menjadi petani budidaya lebah madu bukanlah hal yang sulit. Asalkan memiliki lahan budidaya yang berdekatan dengan kawasan yang banyak pakan lebah atau nektar.

Tapi juga tidaklah sangat mudah. Sebelumnya harus benar-benar mengakrabkan diri dengan lebah. Inilah proses awal untuk menjadi seorang petani budidaya lebah.

Menurut Aepudin (29) yang juga membuka pelatihan budidaya lebah setidaknya butuh waktu 4 hari sampai 1 Minggu untuk belajar budidaya. "Belajar harus benar-benar tuntas langsung dengan prakteknya kalau teori saja susah," ujar Aep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses pembelajaran utama adalah bagaimana bergaul dengan lebah. Misalnya pengetahuan tentang koloni lebah. Dalam satu koloni lebah (satu kotak lebah) bisa saja terjadi pertarungan karena adanya ratu baru. Maka koloni yang kalah terpaksa harus mencari sarang baru. Biasanya sebelum mendapatkan sarang yang tepat, koloni tersebut akan diam di pohon maksimal dua jam. Sekitar 20 lebah dari koloni tersebut akan mencari tempat yang tepat. Setelah ditemukan anggota koloni yang lain akan mengikuti.

Ketakutan akan disengat harus dihilangkan. Jangan anggap lebah sebagai binatang yang akan menyerang. Pola itu pula yang diwarisi Aep dari kakeknya. "Dulu saat kecil saya sering dikerubuti lebah. Tapi kakek saya malah tertawa. Mungkin itu salah satu cara untuk belajar. Bermainlah dengan lebah," ujar Aep.

Bahkan, sengatan lebah sempat dijadikan senjata oleh Aep kalau dia bolos sekolah. "Saya sengaja menyengat wajah saya sampai bengkak agar bisa bolos sekolah," kenangnya sambil tertawa.

Ketika memasuki kebun budidaya, Aep sengaja tidak memakaikan masker pada tubuh atau wajahnya. Berlaku untuk setiap orang yang ingin belajar budidaya padanya. Biarkan secara refleks berkenalan dengan lebah. Toh, ujar Aep, sengatan lebah tidak berbahaya karena ternyata digunakan bisa digunakan untuk pengobatan.

Setelah proses pengenalan bisa dilalui, budidayanya lebih mudah dipelajari. Aep sendiri sudah menyediakan pembibitan. Petani yang ingin memulai budidaya tinggal memesan berapa kotak bibit lebah yang ingin dibeli dengan berbagai klasifikasi. Apakah bibit siap panen atau setengah panen. Harganya berkisar antara Rp 200-350 ribu.

Sampai saat ini Aep sudah melakukan pelatihan ke beberapa petani seperti di wilayah Majalengka, Sumedang bahkan ada pula tamu dari Malaysia. Untuk biaya pelatihan Aep tidak menetapkan tarif. "Terserah dari mereka mau ngasih berapa," ungkapnya.

Selain membuat pembibitan untuk budidaya, Aep juga kerap mengirimkan lebah-lebahnya untuk klinik-klinik pengobatan sengat lebah yang sekarang juga marak.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads