Kepala Sub Bagian Bedah Plastik RSHS yang menangani Yani dr Hardisiswo Soedjana menjelaskan saat datang, Yani langsung menjalani proses periksa lab rutin dan foto torak. "Foto torak digunakan untuk mendeteksi kapan kemungkinan operasinya," tutur Hardisiswo kepada wartawan din RSHS, Jalan Pasteur, Selasa (9/6/2009).
Untuk operasi kedua ini rencananya akan dilakukan Kamis mendatang. Yani akan menjalani operasi pengangkatan tumir yang difokuskan di bagian depan dada, muka, tangan dan kaki. Sebelumnya Yani telah menjalani operasi dibagian punggung dan tubuh belakang 4 April 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yani positif mengidap penyakit Neuro Fibromatosis (tumor jinak yang tumbuh diujung-ujung saraf-red). Namun begitu Hardisiswo menuturkan jika nantinya terjadi pendarahan hebat, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
"Pengalaman operasi sebelumnya memang ada pendarahan yang cukup hebat, tapi itu tidak perlu dikhawatirkan," ujar Hardisiswo.
Lebih lanjut dia mengatakan pasca operasi Yani tidak akan terkena tumor di bagian yang sama dengan sebelumnya. Namun tetap ada kemungkinan tumor tumbuh dibagian tubuh lainnya.
Yani yang menempati Ruang Bougenvill Kamar 11 Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung kini sedang menjalani proses istirahat total.
(dip/ern)










































