Jurnalisme Warga Sebaiknya Jangan Copy Paste

Jurnalisme Warga Sebaiknya Jangan Copy Paste

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 09 Jun 2009 15:11 WIB
Bandung - Untuk memulai jurnalisme warga, bloggers sebaiknya menghindari copy paste data. Sebab hal itu akan membiasakan bloggers untuk jadi plagiat. Selain itu jurnalisme warga juga tetap harus mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik yang ada.

"Hindari beropini, utamakan tulisan yang berdasarkan fakta, wawancara dan data primer. Jangan melakukan copy paste, " ujar Priyambodo RH Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) saat diskusi Jurnalisme Warga di Hotel Ciumbuleuit, Selasa (9/6/2009).

Ditambahkan Priyambodo, ada beberapa panduan bagi para blogger untuk untuk menjadi jurnalis warga. Panduannya yaitu, sebaiknya mengecek dan mericek fakta dan data, gunakan narasumber credible dan capable, perhatikan kaidah atau nasehat hukum, hindari konflik kepentingan, dilarang melakukan pelecehan, dan pertimbangkan setiap pendapat.

"Hal-hal itu harus dilakukan untuk menghindari jerat hukum seperti pencemaran nama baik atau penghinaan," ujarnya. Dikatakan Priyambodo, perkembangan jurnalisme warga di Indonesia saat ini, baru sebatas kepompong atau belum bisa dikatakan berkembang pesat.

Sementara itu, Pemred detikcom Budiono Darsono mengatakan internet saat ini cukup berkembang di Indonesia. Web atau situs sering digunakan mulai dari perorangan, kelompok atau perusahaan. Selain itu adanya perkembangan alat teknologi pun cukup membantu aktivitas kegiatan wartawan dalam menyampaikan informasi dalam berupa berita.

"Saat ini ponsel bukan lagi sebagai alat komunikasi, tapi menjadi kebutuhan hidup dan juga keberadaannya konvergensi," ujar Budiono. Konvergensi yang dimaksud yaitu pewarta memiliki kemampuan yang tinggi untuk menggunakan dan mengoptimalkan berbagai sarana atau perangkat berbasiskan teknologi informasi yang tersedia di masyarakat luas guna mencapaikan informasi dalam bentuk teks, gambar, foto video.

"Saat ini alat teknologi seperti HP bisa memperlancar kerja jurnalis. Wartawan tidak ribet lagi, bisa lebih mudah dan efisien," kata Budiono.

Terkait perkembangan jurnalisme warga, perkembangan pocket atau mobile jurnalis akan mengubah seluruh pihak untuk mencari, mendapatkan, meliput dan membaca berita. Stake holder, pemerintah, swasta dan lain-lain akan mendengarkan suara atau opini dari pewarta warga melalui media blog yang telah terbukti kredibel dan dapat dipercaya.
(tya/ern)


Berita Terkait