Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara mengatakan sejalan perkembangan teknologi canggih, saat ini bisnis media merupakan bisnis padat modal. Bahkan, bisnis pers ibarat bisnis dinosaurus.
"Bisnis pers mirip bisnis binatang dinosaurus. Agar tetap eksis dan berkembang, binatang dinosaurus perlu tanah berumput luas. Bila keperluan itu tak tersedia, dinosaurus punah," jelas Leo saat membuka diskusi 'Jurnalisme Warga' yang digelar Dewan Pers di Ruang Gracia 1, Hotel Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit, Bandung, Selasa (9/6/2009).
Leo mengatakan, bisnis pers itu tentunya memerlukan pembaca, pendengar, pemirsa dan pengiklan. Untuk mendapatkannya maka diperlukan modal besar. Dia menambahkan, bila khalayak atau target pasar serta pengiklan tak didapat, maka otomatis modalnya pun akan punah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut, pengguna internet di Indonesia mencapai 20 juta dengan jumlah pemegang telepon genggam sebanyak 50 juta. "Surat kabar primadona masa lalu. Televisi adalah primadona sekarang. Di masa mendatang, internet menjadi primadona," katanya.
Diskusi 'Jurnalisme Warga' ini menghadirkan beberapa pembicara yaitu Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Priyambodo, Anggota Dewan Pers Garin Nugroho dan Pimred detikcom Budiono Darsono. Acara ini dihadiri juga oleh para blogger, perwakilan media massa, pegiat jurnalistik, dosen, mahasiswa dan warga umum lainnya. (bbp/ern)











































