"Saat ini mereka akan dibekali personal development, kepemimpinan, dan manajemen pengolahan sampah untuk bekal mereka bertanding tingkat RW," ujar Hendra Soroja Project Officer and Environment Waste Area dari Yayasan Unilever, dalam acara pelatihan fasilitator BGC, 2009 di aula Taman Pramuka, Jalan RE Martadinata, (9/6/2009). Ditambahkan Hendra pertandingan antar RW tersebut meliputi pengelolaan lingkungan hidup dan juga sampah.
Dalam tahap seleksi selanjutnya, peserta yang berhasil masuk ke-30 besar akan mendapat dana penunjang program sekitar Rp 500 sampai Rp 1 juta. "Dari 30 peserta ini akan dipilih 5 terbaik, dan mereka harus memiliki program lingkungan yang baik yang bisa bersaing untuk jadi 5 besar," kata Hendra.
Pengumuman 5 besar tersebut akan dilakukan pada 9 Agustus mendatang. Peserta yang masuk ke dalam 5 besar tersebut akan mendapat hadiah puluhan juta rupiah dan mendapat trophy BGC. Diharapkan pada saat mereka kembali ke RW nya, mereka akan mengaplikasikan dan membuat lingkungannya semakin baik.
Sementara itu, Kepala BPLHD Kota Bandung Dandan Riza Whardana mengatakan acara semacam ini berperan penting untuk mengubah sikap masyarakat. "Program lingkungan semakin berkembang dan peran kader ini sangat membantu dalam pelaksanaan program pemkot," ujarnya.
Dikatakan Dandan, program ini masuk dalam rangkaian Bandung Green and Clean 2009 yang pada 25 April lalu diresmikan oleh Wakil Wali Kota Ayi Vivananda di Plaza Balai Kota Bandung. BGC disebut Dandan merupakan turunan dari slogan Kota Bandung yaitu Bandung Bermartabat. "Intinya adalah kehormatan Bandung, dan BGC diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat," tambahnya.
(tya/ern)










































