Diceritakan Munandar, sekitar pukul 10.00 WIB dirinya melihat ada percikan api yang keluar dari kabel yang terkelupas tak jauh dari Tata yang saat itu sedang membawa adukan semen. Setelah melihat percikan api tersebut dirinya melihat kabel tersebut tiba-tiba menyambar kepala Tata. Otomatis kepala Tata terbakar dan tersetrum pada saat bersamaan.
Setelah tersambar dan terbakar kepalanya, Tata pun seketika jatuh. "Saya melihat kepala Tata terbakar, dan langsung jatuh," ujar Munandar yang ditemui di kamar mayat RSHS, Jalan rumah Sakit, Senin (8/6/2009).
Setelah itu Tata pun dilarikan ke ICU Sesko TNI AU yang berada di Lembang. Tata pun sempat dirawat selama 1 jam sebelum akhirnya meninggal. Jenazah Tata pun kemudian dibawa ke kamar jenazah RSHS untuk keperluan otopsi namun karena keluarga telah merelakan dan menganggap kejadian tersebut sebagai kecelakaan, maka otopsi pun urung dilakukan.
(tya/ern)











































