"Saya belum tahu itu," kata Rasyid kepada detikbandung seusai pelepasan peserta Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad) ke VI, di Lapangan Mako Kodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Senin (8/6/2009).
Meski belum mengetahui perihal keberadaan monumen tersebut, namun Rasyid mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkot untuk mengatasi PKL yang menghalangi monumen simbol sejarah perjuangan tersebut. "Akan kita upayakan bagaimana caranya para PKL tidak menghalangi keberadaan monumen. Dibangun monumen kan pasti ada sejarahnya, akan kita selesaikan baik-baik," kata Rasyid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada tahun 2008 tersebut diserahkan ke jajaran Kodam III Siliwangi.
"Kita siap mengelolanya, kita akan bicarakan dan selesaikan dengan pemerintah daerah, apalagi saat ini katanya makin banyak PKL di sana yang membuat monumen tidak terlihat oleh masyarakat," kata Urip.
Kepemilikan Monumen Bambu Runcing di Jalan Kepatihan semakin tidak jelas, setelah 2 dinas yaitu Dinas Pertamanan Kota Bandung dan Disjarahad Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) Mabes AD mengaku tak memiliki monumen tersebut.
(tya/ern)










































