Monumen Bambu Runcing terdiri dari bambu-bambu yang berdiri menancap dengan lilitan rantai yang berada di sekililingnya. Dengan tinggi sekitar 2,5 meter, monumen ini jadi seakan tenggelam diantara lapak PKL yang tendanya menutupi monumen itu dengan tinggi sekitar 2 meter. Otomotis, dari kejauhan monumen itu hanya terlihat bambu-bambunya saja yang sedikit terjulur.
Bayu (32) seorang pedagang yang berjualan tepat di depan monumen tersebut setiap hari misalnya yang tidak tahu persis arti monumen yang berada di belakang lapaknya. Yang ia tahu, monumen tersebut adalah monumen veteran. Sebab setiap hari senin selalu ada veteran yang membersihkan monumen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang pengelola parkir K Park, Deden Nurahman (30), monumen bambu runcing didirikan karena K-Park merupakan tempat bertemunya para jenderal dan pejuang pemuda untuk mengadakan pertemuan di tempat yang dulunya merupakan hotel.
"Tapi itu saja yang saya tahu, selebihnya saya tidak tahu apa. Itu juga saya tahu dari pemilik tempat yang dulu," kata Maman.
Ditambahkan Maman setiap perayaan Hari Pahlawan 10 November rutin digelar upacara perjuangan di lapangan K-Park. Menurut Maman selama ini monumen itu dikelola oleh para Veteran Jabar.
(tya/ern)











































