"Tidak ada kerugian apapun," ujar Ruben Hadiwinoto, Koordinator Pelaksana dari PT bardi Pratama kepada detikbandung saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (5/6/2009).
Memang, panitia pembangunan monumen musisi tersebut tak menderita kerugian sebab dalam pembangunan monumen tersebut pihaknya tak harus memberikan kompensasi kepada Pemprov Jabar selaku pengelola taman tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Ruben mengatakan dengan pembongkaran monumen tersebut, tidak akan mengganggu program musik dari kliennya yang merupakan salah satu perusahaan rokok. "Sepertinya semua berjalan terus, kecuali keberadaan patungnya saja yang tidak ada," kata Ruben.
Disinggung apakah pembongkaran monumen tersebut membuat Bandung jadi satu-satunya kota yang tidak memiliki monumen musisi tersebut, Ruben hanya berkata, "Saya tidak tau mengenai hal itu, lagipula keberadaan monumen bukan harga mati," katanya.
Monumen musisi bukan hanya dipasang di Kota Bandung saja melainkan di sejumlah kota besar lainnya seperti di Jakarta, Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Makassar, Medan, Batam, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Denpasar.
(tya/lom)











































