Pernyataan yang dilontarkan pihak kepolisian berbeda dengan fakta yang ada di lapangan. Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat kemarin menyatakan bahwa seorang pemilik kios yang berada di lokasi kejadian, sudah pulang kampung sehari setelah Singgih ditemukan tewas.
Namun, setelah wartawan mengecek informasi kepada pemilik warung, Karno (51), dirinya mengatakan baru pulang kampung pada Sabtu (30/5/2009). Karno tiba lagi di Bandung pada Kamis (4/6/2009).
"Saya baru pulang dari Cilacap tadi pagi," jelasnya kepada wartawan Kamis (4/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah didatangi polisi mengenai adanya kabar remaja yang tewas di dekat kios saya pada minggu dini hari. Tapi saya mengatakan tidak tahu. Polisi itu datang kira-kira tiga hari setelah adanya kabar remaja tewas," jelas Karno.
Singgih ditemukan pada hari Minggu (24/5/2009) dini hari di depan SMP 5 Jalan Jawa, dalam keadaan tak bernyawa. Berdasarkan penuturan teman korban yang saat itu bersama Singgih, AM (16), dugaan tewasnya singgih adalah karena dianiaya sekelompok orang yang mengira singgih adalah anggota geng yang mereka cari.
Saat ini kasus dugaan penganiyaan yang menewaskan Singgih tersebut ditangani Satreskrim Polwiltabes Bandung.
(bbp/ahy)











































