Demikian dikatakan oleh Ketua Umum DPP Sekar Telkom Wartono Purwanto kepada wartawan di Union Camp, Sekertariat Sekar Telkom, Jalan Palasari No 26, Rabu (3/6/2009) petang.
"Tidak ada keselarasan antara departemen teknis dengan lembaga pembinaan, yakni Kementrian BUMN. Yang ada adalah blunder, bukan koordinasi," tegas Ipung, panggilan akrabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lihat saja Merpati. Dalam seminar seminggu lalu di Jakarta, diidentifikasikan kemunduran bisnis Merpati karena tidak selarasnya pembinaan BUMN dengan kebijakan teknis Departemen Perhubungan. Masa Merpati disuruh membuka jalur perintis tapi juga harus menggunakan pesawat propeler?" tanya Ipung heran.
Karenanya, lanjut Ipung, maskapai penerbangan yang sempat berjaya ini terus menerus mengalami kerugian. "Airlines yang lain konsentrasi pada jalur gemuk. Merpati harus buka jalur," katanya.
Disinggung mengenai kondisi di PT Telkom, Ipung mengaku pihaknya sedikit lebih beruntung karena adanya hubungan yang baik antara Telkom dengan kementrian teknisnya yakni Menkominfo.
"Ya kita lebih beruntung lah. Tapi sebagai sesama serikat pekerja BUMN strategis, kita sangat prihatin dengan kondisi ini dan kita mendorong Kementrian BUMN dikembalikan ke awalnya seperti dulu. Dulu tanpa kementrian BUMN, kita bisa berjalan dan saling berkoordinasi kok," tegasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)










































