Salah seorang saksi yang juga menjadi korban dugaan penganiayaan AM (17), pemukulan yang dialaminya dan juga menyebabkan rekannya Singgih Ariyadi tewas pada Minggu (24/5/2009) dini hari lalu, kemungkinan karena para pelaku mengira mereka anggota geng motor.
AM menceritakan, kejadian bermula ketika 4 motor yang tiap motornya membawa 2 orang melewati Jalan Jawa dini hari. AM mengatakan, ketika itu rombongan hendak pulang ke rumah masing-masing dari kawasan Lembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah motor terjatuh, sekitar 20 orang langsung bergerombol menuju ke arah AM dan langsung beberapa orang sempat meluncurkan bogem mentah ke arah AM.
"Ada yang tanya apa saya anak GBZ atau bukan," kisah AM, seraya menambahkan jika para pelaku tersebut tengah mencari anggota gank yang memukuli rekannya di seputaran Jalan Siliwangi.
Tak hanya di situ, AM dimasukan ke dalam sebuah mobil Avanza dengan posisi kepala terbenam ke bawah dan terus dipukuli dan ditodongkan senjata tajam.
"Kalau Singgih saya nggak tahu. Terakhir kelihatan dia lari dan saya juga nggak tahu kalau dia juga kena pukul," jelas AM.
Dalam penyekapannya, AM diancam akan dibunuh dan dibuang di tengah jalan. "Tapi saya minta jangan, karena saya masih mau sekolah," ceritanya.
Sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui penyebab tewasnya korban. Polisi awalnya mengatakan Singgih merupakan korban tabrak lari, tetapi kemudian menyatakan ada indikasi penganiayaan.
(ahy/lom)










































