Korban Dicegat Karena Dikira Geng Motor

Remaja Tewas di Pinggir Jalan

Korban Dicegat Karena Dikira Geng Motor

- detikNews
Rabu, 03 Jun 2009 19:32 WIB
Bandung - Salah seorang saksi yang juga menjadi korban dugaan penganiayaan AM (17), pemukulan yang dialaminya dan juga menyebabkan rekannya tewas, kemungkinan karena para pelaku mengira mereka anggota geng motor.

Salah seorang saksi yang juga menjadi korban dugaan penganiayaan AM (17), pemukulan yang dialaminya dan juga menyebabkan rekannya Singgih Ariyadi tewas pada Minggu (24/5/2009) dini hari lalu, kemungkinan karena para pelaku mengira mereka anggota geng motor.

AM menceritakan, kejadian bermula ketika 4 motor yang tiap motornya membawa 2 orang melewati Jalan Jawa dini hari. AM mengatakan, ketika itu rombongan hendak pulang ke rumah masing-masing dari kawasan Lembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lima orang tiba-tiba mencegat dan melempar dengan botol dan helm, seketika saja motor yang dibawa salah seorang teman oleng dan menyenggol motor saya lantas menabrak mobil Katana jenis jeep," kata AM ketika dijumpai di kediamannya di kawasan Baranang Siang, Rabu (3/6/2009).

Setelah motor terjatuh, sekitar 20 orang langsung bergerombol menuju ke arah AM dan langsung beberapa orang sempat meluncurkan bogem mentah ke arah AM.

"Ada yang tanya apa saya anak GBZ atau bukan," kisah AM, seraya menambahkan jika para pelaku tersebut tengah mencari anggota gank yang memukuli rekannya di seputaran Jalan Siliwangi.

Tak hanya di situ, AM dimasukan ke dalam sebuah mobil Avanza dengan posisi kepala terbenam ke bawah dan terus dipukuli dan ditodongkan senjata tajam.

"Kalau Singgih saya nggak tahu. Terakhir kelihatan dia lari dan saya juga nggak tahu kalau dia juga kena pukul," jelas AM.

Dalam penyekapannya, AM diancam akan dibunuh dan dibuang di tengah jalan. "Tapi saya minta jangan, karena saya masih mau sekolah," ceritanya.

Sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui penyebab tewasnya korban. Polisi awalnya mengatakan Singgih merupakan korban tabrak lari, tetapi kemudian menyatakan ada indikasi penganiayaan.

(ahy/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini