"ITB adalah institusi pendidikan yang sudah sejatinya memiliki misi untuk mengabdi pada masyarakat, salah satu bentuk perwujudannya adalah dengan mendukung rencana proyek pembangunan PLTN di Indonesia," ujar Ari Darmawan, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB yang ditemui di sela-sela Seminar Peningkatan Peran IPTEK Nuklir untuk Kesejahteraan Masyarakat, Rabu (3/6/2009).
Menurut Ari, rencana pembangunan PLTN di Indonesia sudah memiliki payung hukum, yaitu UU No 17 th 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Perpres No 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. "Dua aturan hukum rasanya sudah cukup kuat untuk dijadikan pijakan untuk menjadikan nuklir sebagai sumber
energi primer di Indonesia, salah satunya dengan mendirikan PLTN," ujar Ari.
Ari menuturkan perguruan tinggi seperti ITB memiliki banyak peluang dan kemampuan untuk membantu terwujudnya PLTN di Indonesia. "Saat ini ITB sedang menapaki jejak menuju World Class University, sudah tentu kita akan semakin sering mengadakan riset salah satunya di bidang nuklir" katanya.
Dikatan Ari, jika dicermati lebih jauh teknologi nuklir adalah teknologi yang paling efisien secara biaya dan juga ramah lingkungan. "Pembangunan PLTN memang memakan biaya cukup mahal, tapi operasionalnya yang menggunakan uranium bisa memangkas biaya. Selain itu uranium yang sudah digunakan masih bisa diolah menjadi sumber energi lain yang bermanfaat bagi kehidupan manusia," jelas Ari.
Untuk mendukung rencana proyek PLTN dan penggunaan nuklir dari segi sumber daya manusianya ITB akan memberdayakan kembali program Magister Rekayasa Energi Nuklir yang sudah ada sejak tahun 1984 namun minim peminat karena ketidakjelasan pemerintah dalam menangani masalah nuklir di Indonesia.
"Kita coba untuk membangkitkan kembali jurusan Magister Rekayasa Energi Nuklir dengan bekerjasama dengan BATAN, dan kita terus melakukan eksplorasi dan riset teknologi nuklir, siapa tahu di tahun 2025 pemerintah benar-benar merealisasikan proyek PLTN," pungkasnya.
(dip/lom)











































