9 Dubes Negara KAA Berkunjung, Pesanan Kerajinan Jabar Melejit

9 Dubes Negara KAA Berkunjung, Pesanan Kerajinan Jabar Melejit

- detikNews
Selasa, 02 Jun 2009 15:55 WIB
9 Dubes Negara KAA Berkunjung, Pesanan Kerajinan Jabar Melejit
Bandung - Kota Bandung kedatangan 9 Duta Besar dari negara-negara Sub Afrika yang dulunya pernah datang ke Bandung pada Konferensi Asia Afrika. Kunjungan ini adalah program pemerintah pusat untuk lebih mensosialisasikan Indonesia ke negara-negara eks KAA dan publik Internasional.

"Acara kunjungan ini adalah program Departemen Luar Negeri untuk lebih mengakrabkan negara-negara ex KAA dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya," ujar Netty Heryawan, Kepala Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) Daerah JABAR yang ditemui disela-sela kunjungan 9 Duta Besar Negara Sub Afrika pada Selasa,(2/6/2009) di Jabar Craft Centre Jl. Ir.H.Juanda 19 Bandung.

Kesembilan negara Sub-Afrika yang turut hadir dalam kunjungan ini adalah Afrika Selatan, Cote D'Ivoire, Congo, Guinea, Namibia, Nigeria, Uganda, Swaziland dan Zimbabwe. Alasan dipilihnya Bandung sebagai kota kunjungan, menurut Netty karena banyak nilai spirit dan historis dari Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu KAA diselenggarakan di Bandung, nah selain itu Bandung dan JABAR juga menyimpan potensi industri kreatif yang amat besar," katanya.

Netty juga merasa bangga dengan atensi yang luar biasa dari negara-negara Afrika tersebut terhadap produk Kerajinan Bandung dan Jabar. "Kreativitas masyarakat Jabar direspon sangat positif oleh  mereka, terbukti dengan banyaknya transaksi dari produk-produk yang kita gelar disini" ujar Netty.

Melihat potensi ini sebagai potensi industri kreatif Jawa Barat, Netty dan DEKRANASDA berencana untuk memperlebar sayap pemasaran mereka. "Tentunya kita akan mengupayakan ekspor produk-produk hasil kerajinan Jawa Barat, toh potensinya sudah ada tinggal nanti menggandeng sejumlah pihak seperti Ikatan Exportir Importir," tuturnya.

Neti menuturkan, adanya kemiripan kultur antara Indonesia dan Afrika menimbulkan ketertarikan mereka untuk memnbeli produk-produk buatan Jabar. "Secara global kulturnya mirip, dan yang membuat mereka lebih tertarik adalah mereka punya materialnya namun bingung mengolahnya. Selain itu harga produk Indonesia jauh lebih murah dari produk sejenis buatan negara-negara pesaing" ujarnya lagi.

Untuk kunjungan ini Netty mengaku telah mendapat sejumlah order pemesanan untuk teh (Green Tea),Kerajinan Batok Kelapa dan Kotak Perhiasan. "Untuk sementara ini pesanan terbanyak adalah teh hijau yang biasanya mereka impor dari Cina, selain itu banyak juga pesanan kerajinan batok kelapa dan kotak perhiasan," katanya.

Netty berharap pemerintah akan terus mengadakan program seperti ini." Jika pemerintah mengadakan program seperti ini lagi, saya akan mengusulkan Bandung sebagai salah satu destinasinya,"pungkas Netty. (dip/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini