Awas, Kornet Ilegal Dari China dan Brazil Beredar di Pasaran

Awas, Kornet Ilegal Dari China dan Brazil Beredar di Pasaran

- detikNews
Selasa, 02 Jun 2009 14:11 WIB
Bandung - Dinas Peternakan Jabar mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati jika akan membeli produk daging olahan kornet kemasan atau kalengan impor. Sebab Disnak menemukan sejumlah daging olahan kemasan ilegal yang ditemukan di parcel.

Koesmayadie TP, Kepala Disnak Jabar, mengatakan saat Disnak melakukan razia dengan BBPOM dua tahun lalu, menemukan daging kalengan impor yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Dia memprediksi hingga saat ini, daging olahan kemasan ilegal itu masih beredar. Daging itu berasal dari China dan Brazil.

"Daging kemasan itu label ML palsu, dan cap halalnya juga palsu. Label halal yang asli, ada tulisan MUI nya yang berada di lingkaran, yang ini hanya ada tulisan halal dengan tulisan arab," ujarnya saat ditemui di Kantor Diknas Jabar, Jalan IR H Juanda, Selasa (2/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan rata-rata modus penjualan daging ilegal itu menggunakan parcel karena lebih sulit dilacak. "kita tidak mungkin membongkar parcel satu per satu kemasan yang ada di toko-toko, makanya jadi celah bagi mereka untuk selundupkan daging ilegal itu," jelas Koesmayadie.

Meski tidak mengandung babi, katanya, namun banyak pula daging kemasan dalam kaleng yang tidak lolos sertififikasi bahan makanan yang masuk ke Indonesia.

"Syarat daging masuk ke Indonesia harus bebas penyakit mulut dan kuku. Hanya ada lima negara yang sertifikasi bebas penyakit itu, Indonseia, Australia, New Zealand, Kanada, dan Amerika Serikat," jelasnya.

Sejumlah kornet ilegal yang telah terdata adalah merek:Β  Liberty, Narcissus, Chiken Luncheos Meat, Ma-Ling, Sifon Pekking Duck, Great Wall, Libby's. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads