Toko Besi Dirampok, Para Penghuni Disekap

Toko Besi Dirampok, Para Penghuni Disekap

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 02 Jun 2009 13:05 WIB
Bandung - Sebuah Toko Besi di Jalan Bowling No 1 Perumahan Arcamanik RT 6 RW 14 Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik dirampok. Pelaku yang diperkirakan berjumlah 6 orang ini berhasil menggondol uang sebesar 10 ribu US Dollar, sejumlah perhiasan, dan sebuah laptop. Mereka menyekap 5 orang penghuni Toko Besi Kurniawan.

Penghuni toko besi tersebut anatara lain, Beni Kurniawan yang merupakan pemilik toko, anak Beni dan istrinya yaitu Daniel dan Fany, serta 2 orang pekerja yaitu Jimun dan Diah.

Dari keterangan Jimun, sekitar pukul 07.00 WIB saat sebagian pintu toko dalam keadaan terbuka datang seorang pelaku yang berpura-pura membeli peralatan bangunan seperti obeng, baut, dan linggis. Yang melayani pelaku saat itu adalah Beni.

Namun setelah barang yang diminta telah disediakan, tiba-tiba masuk 4 orang laki-laki dan mengancam Beni, Jimun dan Diah untuk tidak melakukan perlawanan. "4 orang ini mengancam. Jangan melawan nanti saya tembak," ucap Jimun menirukan pelaku. Meski mengancam menembak, namun Jimun mengatakan dirinya tidak melihat pelaku membawa pistol.

Setelah itu ketiga orang tersebut digiring ke lantai 2, di mana Daniel dan Fany berada. Kemudian kelima orang tersebut dibawa ke sebuah kamar lalu diikat dengan menggunakan tali reepet. Setelah menyekap para korbannya di kamar terkunci, pelaku langsung menguras barang berharga dari kamar Daniel dan Fany. Diperkirakan total kerugian mencapai Rp 120 juta.

Masih keterangan Jimun, pelaku menjalankan aksinya dalam waktu sekitar 15 menit. Untuk membawa kabur hasil perampokannya itu, pelaku menggunakan mobil APV hitam. Menurut Jimun para pelaku tidak menggunakan penutup kepala saat menjalankan aksinya.

Sementara itu ditemui di lokasi kejadian, Kapolres Bandung Timur AKBP Martinus Sitompul mengatakan Daniel bisa meloloskan diri dari sekapan karena ikatan tidak kencang. Setelah itu, Daniel memecahkan kaca ventilasi berukuran 1 meter X 80 cm lalu menelepon ibunya yang berada di Jakarta untuk meminta tolong. "Korban bisa lolos setelah memecahkan kaca ventilasai kemudian menelepon ibunya yang lalu lapor polisi," ujar Martinus yang ditemui di lokasi.

Uang 10 ribu US Dolar yang berhasil digondol perampok, merupakan uang nasabah salah satu bank di Bandung tempat Fany bekerja. Rencananya, Fany akan menyetorkan uang tersebut hari ini.

Martinus menyatakan akan terus melakukan penyelidikan untuk menemukan para pelaku perampokan ini.

(tya/ern)


Berita Terkait