"Sistem penilaian yang tadinya dihitung dari jumlah jawaban yang benar dari seluruh mata pelajaran diubah ke sistem per mata pelajaran yang diujikan," jelas Adang Surahman, Ketua Panitia Lokal SNMPTN Bandung, usai sosialisasi SNMPTN, di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, senin (1/6/2009).
Menurut Adang perubahan sistem penilaian ini dimaksudkan untuk mencegah lolosnya siswa dalam SNMPTN padahal siswa tersebut tidak menguasai salah satu bidang studi yang diujikan. "Kita mencari siswa yang tidak hanya mahir di salah satu bidang studi, namun menguasai bidang studi yang diujikan. Sudah banyak contoh siswa yang mahir hanya di bidang bahasa tapi kepayahan di bidang matematika bisa lolos ke jurusan eksakta," tuturnya.
Dikatakan Adang keputusan pusat ini merupakan upaya untuk menjaring bibit-bitit unggulan untuk masing-masing jurusan di seluruh PTN di Indonesia. "Sistem seleksi nasional yang selama ini diadakan masih dirasa kurang maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi," katanya. (tya/ern)











































