"Pengadaan kertas untuk koran saja pemerintah subsidi. Kami (IKAPI-red) sedang berjuang agar bisa dapat subsidi juga," ujar Wanti Syaefullah, Sekjen IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Pusat, usai Jumpa Pers Grand Launching Salam Book House, di Jalan Pasirwangi, Minggu (31/5/2009).
Wanti menuturkan, jika harga pengadaan kertas untuk produksi buku disubsidi, maka harga buku dapat lebih ditekan dan meningkatkan minat baca dan minat beli buku masyarakat. "Seperti di India, pemerintahnya mensubsidi kertas pada penerbit, sehingga ada buku murah yang terjangkau, juga buku mahal," contoh Wanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi kendala atau alasan pemerintah belum memberikan subsidi tersebut menurut Wanti adalah faktor kepercayaan pemerintah pada penerbit. "Mereka seperti tidak yakin, apa subsidinya nanti benar dipakai untuk produksi buku atau tidak," jelas Wanti.
Dikatakan Wanti, untuk menjamin pemakaian subsidi yang efektif, perlu ada kerjasama juga dengan pabrik kertas. "Tentu harus ada koordinasi," ujar Wanti.
Saat ini harga kertas berkisar dari Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram. "Tergantung jenis, dan kualitas kertasnya. Untuk HVS, rata-rata Rp 8 ribu per kilo," kata Wanti.
(tya/ern)











































