"Sebaiknya patung itu dipindahkana. Sponsor dan dinas terkait harus menyikapi hal ini. Kota Bandung boleh ditempel apa pun, namun misi dan visinya harus jelas. Lah patung ini, misi dan visinya apa? Patung sepaknbola di Jalan Tamblong masih bisa dimaafkan, karena dulu Persib berjaya. Juga patung ikan di Jalan BKR, karena Bandung kota kuliner," ujar salah satu seniman Bandung, Matdon, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Jumat (29/5/2009).
Meski Bandung dikenal banyak melahirkan musisi handal, namun menurutya, hal itu bukan alasan didirikannya patung tersebut. Sebab pendirian patung itu harus enak dipandang dan disesuaikan dengan tata letaknya. "Ini patungnya saja tak enak dipandang, apalagi iklannya sangat dominan terlihat," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat sama juga dikatakan Tisna Sanjaya. "Sebaiknya dibicarakan dulu dengan masyarakat, bagaimana bentuknya dan di mana lokasi tepatnya. Tapi patung ini dari bentuknya saja jelek sekali, enggak monumental juga," sindirnya.
Menurut Tisna, kemungkinan besar untuk memindahkan patung itu akan sulit. "Sepertinya sponsor sudah membayar dana besar untuk lokasi di sana," ujar Tisna.
Karena itu, yang perlu ditelusuri siapa yang memberikan izin. "Kalau dinas pertamanan kota mengaku tak memberikan izin, lalu siapa dong," katanya.
Sementara menurut Matdon, tak mungkin Pemkot tak mengetahui pembangunan patung itu. "Meski ini katanya milik Pemprov, tapi tetap izinnya harus kepada yang punya wilayah," ujar Matdon.
Patung dengan tinggi 2,5 meter dengan membawa gitar lengkap dengan lampu tembak untuk menyorot di malam hari ini memang menarik perhatian masyarakat sejak di pasang pada Maret lalu. Di bagian bawah monumen tersebut tertulis nama 17 musisi Indonesia, yaitu Iwan Fals, Peterpan, Krisdayanti, Kerispatih, Agnes Monica, Project Pop, Andra & The Backbone, Slank, Sheila On 7, Melly Goeslow, Gigi, Ari Laso, Yovie Nuno, Cokelat, Naif, The Changcuters, Efek Rumah Kaca, dan Letto.
Selain di Kota Bandung, monumen serupa juga dipasang di sejumlah kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Makassar, Medan, Batam, Jambi, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung dan Denpasar. Dalam monumen tersebut memang tidak tercantum merek rokok. Hanya ada logo Class Music yang sekilas menyerupai logo merek rokok. (ern/ern)











































