"Dia ikut lomba sewaktu masih di ITB itu benar, tapi dia ikut lonba atas nama pribadi Dwi, bukan ITB," kata Widyo Nugroho S, Purek Bagian Kemahasiswaan dan Alumni ITB kepada detikbandung saat dihubungi via telepon selular, Kamis (28/5/2009).
Karena keikutsertaannya secara pribadi maka ITB tidak mau ikut campur ketika ada masalah terkait lomba tersebut. "Itu diluar tanggungjawab kami (ITB-red)," kata Widyo. Sehingga, kata dia, ITB tak merasa tercemar dengan adanya kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, Mimin telah melaporkan Dwi ke Polda Jabar pada 15 Mei lalu terkait penipuan dan pemalsuan data.
Mimin mengungkapkan Dwi sempat datang ke tempat pembuatan minyak nilam milik Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Reksa Mulya pimpinan Bapak Uca. Di situ Dwi mengambil foto dan berjanji akan mengekspor dan menjual minyak nilam ke Cina dan akan memperluas kebun nilam menjadi 300 hektar.
Dwi pun meminta data analisa laboratorium uji klinis nilam milik Mimin. Kemudian tanpa menaruh curiga, Mimin memberikan data soft copy yang diminta Dwi.
Ternyata, kata Mimin, data yang dia berikan oleh Dwi dipergunakan untuk mengikuti lomba yang digelar Bank Mandiri pada September 2008 tanpa sepengetahuannya. Dwi mengklaim data itu miliknya.
(tya/ern)










































