Hati-hati dengan penipuan di lokasi ATM. Anda jangan langsung percaya dengan nomor call center bank yang tertera di bilik ATM, kalau tak mau uang anda melayang. Polsek Cidadap baru saja membekuk sindikat penipuan ATM sebanyak lima orang, yang biasa beroperasi di Bandung dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Modusnya, mereka memasukkan korek api ke dalam mesin ATM, sehingga saat nasabah akan bertransaksi kartunya seperti tertelan. Lalu korban menelepon call centre yang tertera di stiker bank yang berada di bilik ATM. Padahal pelaku telah memalsukannya. Nomor yang dihubungi nasabah, adalah nomor pelaku.
Pada saat menelepon call center gadungan ini, nasabah diminta memberikan nomor PIN-nya. Lalu setelah nasabah meninggalkan bilik ATM, pelaku yang sejak dari tadi pura-pura antre masuk ke dalam ATM. Lalu mengambil ATM korban dengan cara digergaji. Setelah itu saldo dalam rekening korban pun langsung ditransferkan ke beberapa rekening pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pelaku mengaku telah beroperasi lima kali di Bandung dan semuanya di ATM BNI," katanya di Mapolsek Cidadap, Senin (25/5/2009). Terakhir mereka beraksi pada 18 Mei 2009 di salah satu ATM BNI di Jalan Setiabudi. Korbannya bernama Suharjo. Mereka berhasil menguras Rp 55 juta.
Pembekukan komplotan ini berawal dari penangkapan Junaedi di Bogor saat akan mengambil uang pada Jumat (22/5/2009). Menurut Yus, polisi bekerjasama dengan pihak bank untuk menelusuri ke mana saja, transfer uang dari ATM milik korban.
Setelah itu, polisi pun akhirnya berhasil membekuk empat pelaku lainnya di Jambi. "Otak pelakunya adalah Anis Jambi," ungkap Kapolsek.
Sementara itu menurut Anis Jambi mengaku dirinya hanya membutuhkan waktu satu menit untuk memasukkan korek api ke dalam mesin ATM dan 15 menit berbicara dengan nasabah di call center hingga akhirnya nasabah memberikan nomor PIN-nya. (ern/ern)











































