Terkesan Eksklusif, SMAN 3 Bandung Hapus RSBI Unggulan

Terkesan Eksklusif, SMAN 3 Bandung Hapus RSBI Unggulan

- detikNews
Senin, 25 Mei 2009 14:53 WIB
Terkesan Eksklusif, SMAN 3 Bandung Hapus RSBI Unggulan
Bandung - Terkesan eklusif, SMU Negeri 3 Bandung hapuskan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) Unggulan. Meski demikian, RSBI Biasa masih terbuka untuk calon siswa yang berminat untuk belajar dengan kurikulum yang mengacu ke Universitas Cambridge Inggris.

"Tahun ini RSBI Unggulan dihapuskan dan tidak ada lagi. Karena sering orang mengartikan jalur tersebut termasuk eksklusif," kata Firman Syah Noor Koordinator RSBI SMUN 3 Bandung saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, di Jalan Belitung, Senin (25/5/2009).

Tahun 2008, pihaknya menerima 64 siswa yang terjaring di dua kelas RSBI Unggulan. Rata-rata setiap orangtua siswa harus merogoh kocek sebesar Rp 10 juta untuk dapat memasuki kelas dengan fasilitas pengajaran yang terbilang 'wah' dari segi sarana pengajarannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan jalur RSBI Biasa yang menuntut orangtua siswa untuk menyetor uang pendidikan sebesar Rp 3,5 juta, yang terbagi ke dalam tujuh kelas dengan 32 murid di
tiap kelasnya. Serta satu kelas akselerasi.

"Perbedaan lainnya kalau di jalur unggulan siswanya langsung belajar dari dosen dari perguruan tinggi, tapi kalau biasa, ya masih dari guru-guru SMU," jelas Firman.

Pengajar dari kalangan dosen, imbuh Firman, diperuntukkan untuk 5 mata pelajaran yang difokuskan dalam persiapan ke jenjang perguruan tinggi nanti. Pelajaran tersebut adalah Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris.

"100 persen siswa di sini melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," kata Firman yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMUN 3 Bandung.

"Yang utamanya kita ingin menjaring yang berkualitas. Kalau UN standar minimal sedangkan RSBI harus yang terbaik, dan bukan mengacu pada standar minimal itu," sambung Firman.
 
Jalur RSBI sendiri dilakukan dalam dua penjaringan, yaitu seleksi terbuka yang dilakukan pihak sekolah atas petunjuk direktorat pendidikan pusat dan PSB online
yang dilakukan dinas pendidikan wilayah.

"Sekarang kita targetkan 5 kelas untuk yang seleksi terbuka dan 3 kelas untuk jalur PSB online, serta 1 kelas akselerasi," terang Firman.

Dari 889 peserta seleksi terbuka RSBI, mayoritas peserta dari berasal Bandung. Meski demikian, kata Firman, banyak juga peserta dari luar Pulau Jawa. "Hampir semua pulau ada dan yang paling jauh ada dari Papua," sebut Firman.

Disinggung apakah uang penjaringan RSBI Biasa akan meningkat di tahun ini, Firman mengatakan hal itu tergantung dari hasil musyawarah antara sekolah dan komite sekolah. "Kita hanya ajukan program saja, nanti wewenang komite untuk menyetujui program yang diajukan," kata Firman.
(ahy/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini