Bandung Rebut Juara Kompetisi Aero Modelling

Kompetisi Pesawat Tenaga Karet

Bandung Rebut Juara Kompetisi Aero Modelling

- detikNews
Senin, 25 Mei 2009 09:34 WIB
Bandung - Bandung kembali rebut juara terbang terlama di kompetisi Pesawat Tenaga Karet 2009 yang digelar di Bengkel Pemeliharaan (Benghar) 15 PTDI, Minggu (24/5/2009). Dari kompetisi yang digelar, diharapkan mampu mencetak ahli dirgantara sejak dini.

Sebanyak empat kali berturut-turut, Bandung pecahkan rekor kompetisi pesawat tenaga karet di tahun sebelumnya. Rekor terakhir terbang terlama di tahun 2008 yaitu 6 menit 20 detik berhasil ditumbangkan oleh Rofii salah satu peserta asal Bandung yang juga anggota Dirgantara Aero Modelling Club.

Pesawat Rofii berhasil terbang selama 8 menit 10 detik pada penerbangan pertamanya. Total waktu yang dikumpulkan Roffii dalam dua kali penerbangan mencapai 15 menit 36 detik. Sementara itu urutan kedua ditempati oleh Suwignyo asal Palembang dengan waktu 10 menit 39 detik. Sedangkan urutan ketiga diraih oleh Ahmad K asal Bandung dengan waktu 9 menit 39 detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya even semacam ini bibit-bibit penerus PTDI atau TNI AU bisa tercetak sejak dini," harap Ketua Panitia Agus Sudarmawan.

Untuk kelas pelajar yang turut dalam perlombaan, Bandung belum mampu merebut podium satu, yang berhasil diraih oleh Amalistya dari SMP 1 Cimahi dengan catatan waktu 3 menit 45 detik. Sedangkan juara 2 berhasil diraih oleh Prayogo dari LAB UPI dengan catatan waktu 3 menit 22 detik dan untuk juara 3 diraih oleh Purwadi dari SMA LAB UPI dengan catatan waktu 3 menit 13 detik.

Di tempat sama, salah satu guru fisika SMP Muhamadiyah 8 Antapani Rizal Pahlevi mengatakan, jika aero modelling ada kaitannya dengan pelajaran fisika di sekolah.

"Itu sudah jelas ada, saya yang membimbing siswa-siswi di ekskul fisika sering membahas masalah pesawat semacam ini dan sekarang saya membawa mereka untuk mengikuti lomba ini mewakili sekolah," tukasnya.

Selain itu, imej aero modelling yang melekat dengan kaum Adam sudah mulai memudar. Terbukti dengan tampilnya beberapa peserta wanita yang turut serta dalam kompetisi ini.

Salah satunya adalah Shintya, gadis berkerudung dan berkacamata ini nampak asyik merakit pesawat tenaga karetnya. Kepada detikbandung Shintya menuturkan bahwa pesawat bukan hanya milik lelaki.

"Siapapun boleh menyentuh atau merakit pesawat," ujarnya, seraya menambahkan waktu pembuatan pesawatnya cukup memakan waktu 3 hari saja.

(ahy/ern)


Berita Terkait