Sajian 'Gado-gado' ala Komunitas Kreatif Bandung

Community Youthfest 2009

Sajian 'Gado-gado' ala Komunitas Kreatif Bandung

- detikNews
Minggu, 24 Mei 2009 12:57 WIB
Sajian Gado-gado ala Komunitas Kreatif Bandung
Bandung - Meski awalnya terbilang sulit mendapatkan perizinan untuk gelaran, akhirnya Jendela Ide bekerjasama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar sukses menggelar Community Youthfest 2009 with Rythms n Movements, Sabtu (23/5/2009), yang mewadahi komunitas kreatif di Bandung.

Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ini dibuka dengan pemutaran film 'Maria Full Of Grace' sebuah film yang menggambarkan tentang keterpurukan kehidupan seorang anak perempuan akibat dengan menjadi kurir narkoba yang penuh dengan risiko.

"Sengaja pemutaran film ini ditempatkan di awal untuk menguatkan tema acara ini 'Say No to Drugs, Say Yes to Creativity'," tutur Riksa selaku project officer acara ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai pemutaran film acara dilanjutkan dengan pameran hasil karya komunitas kreatif Bandung dan juga Workshop dari sejumlah talent yang turut mengisi acara ini. Sejumlah komunitas kreatif, diantarannya Omuniuum, Komunitas Blues Bandung, Capoeira, WildMild Dance, Poleng Studio.

Tepat pukul 19.30 WIB acara inti dari gelaran ini berlangsung. Setelah dibuka dengan sambutan dari Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, acara dilanjutkan dengan penampilan memukau Jendela Ide Percussion.

Meski personel anggota Jendela Ide Percussion yang tampil malam terbilang belia namun musikalitas mereka jelas tidak main-main. Seluruh yang hadir begitu terpukau dengan penampilan mereka.

Usai gebukan perkusi dari Jendela Ide, acara dilanjut dengan kolaborasi Poleng Fashion Show dan Rizky dari BeatBox Community. Beatboxing Rizky yang begitu unik sampai membuat Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf berdecak kagum. Sementara Poleng sendiri menampilkan 'tabrak gaya antara warna-warni busana urban dan kultur tempo dulu.

Sebagian penonton yang ingin menyaksikan lebih dekat rela menonton sambil lesehan dilantai dingin Sabuga. Penampilan tarian akrobatik yang begitu memukau dari Wild Mild Dance memang berhasil menghipnotis penonton yang hadir.

Acara berlanjut dengan penampilan kolaborasi Karinding Attack dan BeatBox Community. Karinding yang sejatinya adalah alat musik tradisional Sunda yang telah terkubur lebih dari 400 tahun ini kembali dibangkitkan oleh generasi muda Bandung. Seperti Man (Jasad), Kimung (Ex-Burgerkill) dan sejumlah penggiat komunitas independent lainnya.

"Kita patut bangga teknologi Karinding yang tadinya digunakan untuk mengusir hama tanaman telah ditemukan nenek moyang kita sejak ratusan tahun yang lalu, orang Jepang saja baru menemukan teknologi ini beberapa bulan lalu,"tutur Man sebelum memulai aksinya.

Tensi pertunjukan mulai naik dengan tampilnya BadBoyz Blues dari Komunitas Blues Bandung. Penampilan mereka semakin meriah dengan satu lagu ciptaan mereka yang berkolaborasi dengan Hari Pocang.

Sepanjang acara berlangsung visualisasi indah buatan OpenLabs Bandung turut menghiasi gelaran. Suguhan mantap berikutnya dihadirkan oleh Karinding Collaboration yang juga menampilkan Bintang (Ketua TB Art).

Tensi penonton kemudian diledakkan oleh penampilan Hardcore-Gamelan dari Anaking. "Meski hardcore kami tetap cinta budaya Sunda," tutur Yala drummer sekaligus pengelola Rumah Musik Harry Roesli pada penonton.

Salah satu penonton yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat senang bisa menonton gelaran ini. "Penampilnya bagus-bagus, kreasi pamerannya unik dan tidak
monoton, kalau bisa gelaran semacam ini sering diadakan," tuturnya.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (dip/ahy)


Berita Terkait