Uji Hasil Belajar, Maranatha Gelar Kontes Line Follower Bot

Uji Hasil Belajar, Maranatha Gelar Kontes Line Follower Bot

- detikNews
Minggu, 24 Mei 2009 09:11 WIB
Uji Hasil Belajar, Maranatha Gelar Kontes Line Follower Bot
Bandung - Ingin menguji hasil belajar robotika selama setahun ini, Laboratorium Robotika dan Mekatronika, Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha Bandung menggelar kompetisi robot Line Follower Bot, Sabtu (23/5/2009).

Muliady, Kepala Laboratorium Robotika dan Mekatronika sekaligus ketua pelaksana kegiatan ini menuturkan bahwa kompetisi tersebut adalah sebagai sarana untuk mengevaluasi kegiatan ekstrakulikuler robotika di SMP BPK Penabur.

"Selama ini kita bekerja sama dengan SMP BPK Penabur untuk kegiatan ekstrakulikuler robotika di sekolah mereka. Setelah mereka mendapatkan pengetahuan secara teori dan praktek, sekarang adalah saatnya untuk berkompetisi," tuturnya kepada detikbandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kompetisi ini diikuti oleh 10 tim SMP BPK 1 Penabur, BPK 5 Penabur dan BPK Holis Penabur. Masing-masing tim terdiri dari dua orang.

Ditanya mengenai jenis kompetisinya, Muliady mengaku bahwa Line Follower merupakan dasar dari kontes robot. Ditambah saat ini para peserta baru belajar tentang Line Follower.

"Karena mereka juga baru belajar yang dasar, ditambah memang kita baru pertama kali buat kontes robot. Mungkin setelah ini baru kita akan bikin fire fighting
robot contest seperti di KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia-red)," ungkapnya semangat.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi yakni perakitan dan pemrograman serta kontes robot hasil rakitannya sendiri. Area kontesnya pun dibagi menjadi empat
check point. Dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Peserta lomba diwajibkan untuk menyelesaikan misinya.

"Satu kali putaran, masing-masing tim diberikan waktu maksimal 5 menit. Kontesnya dibagi menjadi 3 putaran. Tim yang berhasil mengumpulkan poin dengan estimasi waktu paling sedikit, dialah yang menang," terangnya.

Walaupun robot yang dipakai dalam kontes tersebut adalah RoboBOX, robot edukasi dari Thailand. Namun hasil rakitannya berbeda antara satu tim dengan yang
lainnya.

"Robot hasil rakitan mereka bisa beragam. Ada yang hanya menggunakan satu roda, banyak roda seperti roda tank, POkoknya tergantung kreatifitas dan kemampuan
mereka menganalisa masalah," katanya. (afz/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini