Sebelas Band Indie 'Selamatkan' Rumentang Siang

Sebelas Band Indie 'Selamatkan' Rumentang Siang

- detikNews
Sabtu, 23 Mei 2009 15:01 WIB
Sebelas Band Indie Selamatkan Rumentang Siang
Bandung - Sebelas band indie asal Bandung dan Jakarta beraksi dalam acara 'Save Our Rumentang Siang' di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang Sabtu (23/5/209) mulai pukul 14.00 WIB. Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian generasi muda kepada gedung kesenian yang sudah berdiri tahun 1975 tersebut.Β 

"Seperti kita ketahui bersama gedung Rumnetang Siang merupakan peninggalan Gubernur Solihin GP untuk para seniman khususnya," ujar Donie Assiten Project Officer sekaligus PR Manager OZ Radio sebagai penggagas acara di sela-sela acara.

Selain itu, ujar acara ini sebagai wadah bagi band-band indie Bandung yang selama ini sudah jarang menyelanggarakan acara karena sulitnya perijinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan Donie ada 7 band Indie asal Bandung seperti Pure Saturday, The Milo, Vincent Vega, Cascade, Angsa dan Serigala dan Cuts. Selain itu ada dukungan dari 4 band Indie asal Jakarta seperti The Upstair, White Shoes and The Couple Company, Endah dan Rhesa serta Sore.

"Untuk mengembalikan citra bahwa gedung ini adalah gedung kesenian kami juga melibatkan Gita dan Four string quartet untuk mengiringi sejumlah band yang tampil," terang Donie.

Lebih lanjut Donie menuturkan konser ini murni untuk amal. Di mana nantinya hasil penjualan tiket seharga Rp 30 ribu akan diserahkan seluruhnya ke manajemen GK. Rumentang Siang dan juga ke Disparbud Jabar.

"Pihak Disparbud juga sangat mendukung diselenggarakannya acara ini karena acara ini sebagai salah satu bentuk penyelamatan aset budaya Bandung," ujarnya.

Ditambahkannya, acara ini awal dari program untuk mengedukasi masyarakat Bandung akan pentingnya gedung bersejara. "Di waktu-waktu ke depan rencananya kita akan menyelenggarakan acara serupa untuk menyelamatkan aset bersejarah lainnya," ujar Donie.

Sebelum hari H acara tiket yang terjual sudah mencapai 130 tiket. Doni pun menuturkan pihaknya memang sengaja melakukan pembatasan penjualan mengingat kapasitas yang hanya mencapai 600 penonton. "Selain itu kami juga memperhatikan faktor keamanan dan ekselamatan," pungkasnya.
(ema/ema)


Berita Terkait