Salah seorang tim penyusun buku dari Rumah Nusantara Roni Rahmansyah menyatakan buku tersebut menjadi semacam laporan perjalanan yang bersifat faktual karena ditulis berdasarkan pengalaman langsung para angggota tim.
"Masing-masing tim lapangan membuat catatan harian," ujar Roni ditemui usai acara pelepasan tim ekspedisi kedua di Gedung Indonesia Menggugat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buku Tepian Tanah Air memuat catatan 100 hari perjalanan ekspedisi mengenai wilayah mana saja yang dikunjungi oleh tim ekspedisi. Bagaimana cara mereka datang, titik pemukiman terakhir, kondisi sosial budaya termasuk jarak dengan wilayah terdekat.
Menurut Rony, informasi tersebut menjadi begitu penting sebagai pemandu bagi masyarakat yang ingin berkunjung atau mengetahui di mana persisnya posisi pulau.
Proses penyusunan buku tersebut dilakukan selama 2 sampai 3 bulan, bekerjasama dengan penerbit kompas gramedia. Kesulitannya menurut Rony adalah harus menyatukan catatan yang berbeda-beda dari setiap anggota tim. Meskipun secara data sama tapi pola penulisan masing-masing anggota berbeda.
Dari setiap catatan harian, selain dimuat dalam buku Tepian Tanah Air, tim ekspedisi juga menyusun buku-buku lainnya seperti 'Profil Pulau-pulau', Tradisi Maritim di Indonesia' dan rencananya akan membuat buku tentang proses perancangan ekspedisi yang untuk kedua kalinya akan segera berlangsung.
(ema/ema)











































