Pulau-pulau terluar Indonesia adalah beranda. Saat panggung negara begitu terpusat di kota-kota besar khususnya Jakarta, maka sekitar 2,5 tahun lalu Wanadri merasa tergugah untuk melihat bagaimana kondisi pulau-pulau terluar Indonesia sebagai garda terdepan Indonesia.
βPanggung Indonesia selama ini adalah Jakarta. Padahal pulau terdepan adalah beranda rumah kita. Sebagai pulau yang menerima tamu dan menjaga keamanan,β ujar Ipong Witono, Ketua Wanadri dalam acara pelepasan tim ekspedisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi tidak hanya sisi geofisik, bekerjasama dengan Rumah Nusantara sebagai komunitas budaya ekspedisi ini akan mengelaborasi jejak petualangan dan menuangkannya dalam bentuk buku, film juga foto. Karena itulah yang terlibat dalam ekspedisi dari berbagai kalangan profesi. Tidak hanya dari Wanadri, tapi dari kalangan seniman, wartawan, sastrawan juga fotografer. Di mana mereka akan memandang ekspedisi menurut dimensinya masing-masing.
"Semuanya menjadi satu kesatuan," ujar Ipong.
Penjelajahan akan dilakukan pada 92 pulau yang dibagi ke dalam beberapa ekspedisi. Dimulai dengan ekspedisi ke wilayah barat Indonesia yang berlangsung sejak 9 Mei 2008-18 Agustus 2008 lalu. Menjelajahi 40 pulau terdepan Indonesia sepanjang sisi Barat Sumatera, Selat Malaka, Kepulauan Riau, Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna.
Sedangkan untuk ekspedisi kedua akan berangkat tanggal 27 Mei mendatang dan berlangsung sampai tiga bulan ke depan. Tim ekspedisi dibagi dua. Tim pertama akan menjelajah 13 pulau sedangkan tim kedua akan menjelajah 11 pulau. Titik keberangkatan pertama di Balikpapan dan titik terakhir tim akan bertemu di Alor.
Dalam dengan pelepasan tim ekspedisi di Gedung Indonesia Menggugat, diluncurkan pula buku Tepian Tanah Air yang memuat perjalanan ekspedisi pertama di wilayah Barat Indonesia. Bersamaan dengan itu dibuka pameran 50 foto pilihan dari 100 ribu foto ekspedisi yang pertama pertama bidikan Deni R Sambas.
(ema/ema)











































