70 Persen Air Sumur di Bandung Tercemar

70 Persen Air Sumur di Bandung Tercemar

- detikNews
Selasa, 19 Mei 2009 18:10 WIB
70 Persen Air Sumur di Bandung Tercemar
Bandung - Kondisi perairan di Bandung dan Jabar sudah kritis. Sekitar 70 persen air sumur di Kota Bandung sudah tercemar. Disinyalir penyebab dari kondisi ini adalah banyaknya sampah dan limbah yang masuk ke sungai Citarum dan mempengaruhi kondisi air tanah di sejumlah kota dan daerah aliran sungai.

Kontribusi terbesar dari limbah-limbah itu berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga dan ulah tangan jahil yang terus membuang sampah ke sungai.

Demikian dikatakan Sunardi Yogantara yang merupakan aktivis lingkungan peduli Citarum saat Diskusi kondisi persampahan Kota Bandung di d'Palm Resto Jalan Lombok, Selasa (19/5/2009).

"Terlebih jika kita melihat cara membangun di Bandung ini, masih jarang yang memperhatikan media sanitasi," kata Sunardi.

Berdasarkan penelitiannya, volume sampah di sungai Citarum mencapai 500 sampai 600 ton per hari. Bahkan yang lebih parah, Sunardi pernah melihat sendiri ada oknum dari perusahaan yang tidak diketahui dari mana dengan jelas asalnya, membuang sampah sampai 1 truk pada malam hari.

"Saya sebenarnya ingin menindaknya. Tapi karena tidak jelas dari perusahaan mana, saya tidak bisa berbuat apa-apa," kata Sunardi.

Menurut Sunardi, sebaiknya masyarakat dapat diberikan edukasi pengelolaan sampah. "Karena tindakan mereka selama ini yang terus membuang sampah ke sungai akan memamcetkan roda kehidupan mereka," kata Sunardi.

Hal tersebut dikarenakan Sungai Citarum merupakan salah satu sungai yang juga memberikan pasokan air ke sejumlah pembangkit listrik di Jabar. "Jika aliran sungainya mampet karena sampah, maka aliran air ke pembangkit listrik juga akan macet, yang tentunya akan berakibat pada terhambatnya listrik. Jika aliran listrik terhambat, sudah barang tentu roda kehidupan tidak berjalan lancar utamanya pada masyarakat kota," jelasnya panjang lebar.

Hal senada juga disampaikan Aminah, Anggota Dewan DPRD Jabar terpilih untuk periode 2009-2014, yang juga seorang pengusaha rami. Menurutnya kebutuhan air minum sehat untuk wilayah Bandung dan Jabar sudah tidak bisa mengandalkan dari aliran sungai dan air tanah. "Ini adalah akibat yang harus kita tanggung akibat banyaknya warga yang tidak peduli akan pentingnya sanitasi," ujar Aminah.

Dia mengatakan, seharusnya BLT yang kemarin dibagikan pada masyarakat, sebagian dapat digunakan untuk membantu pendanaan pengelolaan sampah yang selama ini jadi masalah di Kota Bandung dan Jabar. "Semisal pengolahan tanaman-tanaman dengan menggunakan pupuk kompos. Sehingga selain bisa mereduksi dampak sampah, juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan peluang mendapatkan penghasilan alternatif," kata Aminah.

Aminah berharap di sisa masa kepempimpinan pemerintah SBY, masih ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk menyelesaikan masalah sampah di Bandung dan Jabar. Selain itu Aminah juga mengusulkan agar program-program pemerintah dalam mengatur sampah kota juga memperhatikan lingkungan.

"Seperti jika membangun bendungan, kenapa pemerintah masih menggunakan beton bukannya menggunakan bambu yang lebih ramah lingkungan atau penanaman rami secara tumpang sari di lahan-lahan pertanian," kata Aminah.

Tanaman rami menurut Aminah adalah tanaman yang cepat tumbuh sehingga bisa digunakan sebagai media bantu penyerapan air sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan. "Kita memiliki cadangan air tanah yang layak minum," ujar Aminah.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)


Berita Terkait