"Tidak ada keluhan dari pasien, jadi tidak perlu dirawat di ruang perawatan. Sehingga pasien langsung pulang," kata Hadi Jusuf, Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS kepada detikbandung, Selasa (19/5/2009). Dari keterangan Hadi, saat pulang, EK ditemani oleh kedua orang tuanya.
Lebih lanjut Hadi menuturkan, tidak perlu adanya pengawasan lebih lanjut dari instansi terkait dengan temuan flu babi yang semula diduga terjangkit pada EK. Menurutnya hasil dari sampel darah yang diteliti Balitbangkes telah menunjukkan EK negatif terinfeksi H1N1. "Jadi tidak usah disurvei etidemologi penyakitnya. Misalnya Dinkes atau KKP tidak usah mencari penumpang yang satu pesawat dengan EK, karena sudah jelas hasilnya negatif," ujar Hadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadi menambahkan, dalam kepulangan EK pihak RSHS tidak memberikan obat-obatan apapun pada EK karena hal tersebut dianggap tidak perlu. "Sudah cukup dari sewaktu di ruang isolasi," kata Hadi. Sebelum akhirnya bisa pulang, EK telah menjalani 3 kali tes PCR (Polimerase Chain Reaction).
EK masuk ke ruang isolasi pada Kamis, 14 Mei 2009 lalu. Sepulang lawatannya ke Los Angeles AS, EK mengeluh demam dan flu. Bahkan EK pun sempat ditahan selama 9 jam di Bandara Seoul, saat transit sebelum tiba di Indonesia. EK saat itu terlihat sakit. Punya riwayat mengunjungi dua negara yang positif flu babi, EK dinyatakan pasien suspect pertama flu babi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)










































