Pasarkan Produk UKM di Mal

Pasarkan Produk UKM di Mal

- detikNews
Selasa, 19 Mei 2009 09:22 WIB
Pasarkan Produk UKM di Mal
Bandung - Mal ternyata bisa jadi tempat yang efektif untuk memasarkan produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sekitar 22 UKM memamerkan karyanya di mal Parisj Van Java dari tanggal 8-21 Mei mendatang.

Nia Kurniasih (55) koordinator para UKM dari Trihita kreasindo memaparkan gelaran pameran di Parisj Van Java ini merupakan hajatnya UKM karena diadakan oleh UKM dan untuk UKM.

"Acara ini dari UKM untuk UKM," tutur Nia yang juga bergerak di bidang UKM. Nia memaparkan awalnya di tahun 2007 dirinya bersama pelaku UKM lainnya Iis Sudarisman (42) bersama-sama membuka pameran di Parisj Van Java. Untungnya pihak PVJ sendiri menyambut baik dengan acara ini sehingga untuk pelaku UKM diberikan perlakuan secara khusus termasuk harga tempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukses melakukan pameran, UKM-UKM lain pun tertarik untuk ikut bergabung sehingga akhirnya Nia dan Iis dengan mengusung nama Trihita Kreasindo kerap menggelar pameran di mall-mall.

"Untuk di PVJ kita sudah pameran 8 kali. Selain itu kita juga pameran di BIP dan Istana Plaza," ujar Nia.

Dalam setiap pameran tidak hanya melibatkan UKM dari Bandung termasuk juga luar Bandung. Misalnya dalam pameran kali ini yang bertajuk Rampai Seni dan Batik melibatkan UKM dari Jakarta, Solo, Jepara dan Yogyakarta. "Tadinya ingin Bandung tapi tidak semua UKM Bandung mau bergabung," ujarnya.

PVJ sendiri lebih banyak dipilih karena konsumennya cukup potensial. "Sasaran kita adalah konsumen luar kota Bandung khususnya kalangan menengah ke atas," ujar Nia.

Dari pameran-pameran sebelumnya, ujar Nia cukup menguntungkan para UKM sehingga mereka selalu mengikuti setiap pameran yang diadakan.

Dalam setiap pameran Nia pun menawarkan hal yang berbeda. Khususnya even kali ini, Nia melibatkan sejumlah UKM kecil dan lingkungan seniman. Mereka dibebaskan dari beban biaya stand namun 15 persen dari hasil penjualan mereka akan disumbangkan untuk UKM lain yang membutuhkan.

Pameran kali ini menurut Nia dibagi dua bagian. Dari tanggal 8-17 Mei temanya 'Batik, Tenun dan Fesyen' sedangkan dari tanggal 18 sampai 21 bertema Rampai Seni dan Batik. Di mana setiap UKM tidak hanya menampilkan karya, tapi juga membuka workhsop kepada para pengunjung.

"Pengunjung bisa tahu bagaimana proses pembuatan kerajinan. Sehingga mereka bisa menghargai dan dapat nilai plusnya," tutur Nia. Bahkan bisa jadi akan membuat pengunjung terinspirasi untuk ikut membuat.

"Kita bukan cuma jualan," ujarnya. Tujuan lainnya diharapkan para UKM bisa mendapatka buer melalui pameran ini. "Kita sama-sama majulah," pungkasnya.
(ema/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads