Ketua Penyelenggara Kongres Nasional Golongan Putih (Golput) Sri Bintang Pamungkas menilai pembubaran dan penolakan kongres oleh aparat kepolisian, merupakan langkah mundur dalam era reformasi saat ini. Dia menyatakan kondisi ini sama seperti zaman orde baru.
Menurutnya pada Kamis lalu (14/5/2009), dia sudah meminta izin ke Mabes Polri untuk penyelenggaraan Kongres Nasional ke-2 di Bandung. Namun, dia mengaku dimintai beberapa persyaratan, salah satunya AD/ART organisasi.
"Ini sudah seperti kembali ke jalan Orba. Lagi pula ini kan bukan unjuk rasa, yang harus minta izin dulu. Sebab dalam undang-undang, kalau pemberitahuan itu untuk unjuk rasa," katanya ditemui di halaman Gedung Alumni Unpad, Jalan Singaperbangsa, Minggu (17/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski digagalkan, Sri Bintang menyatakan dia bersama teman aktivis lainnya di Indonesia akan tetap bergerilya untuk menyuarakan golput. "Golput di Indonesia mencapai 45 persen, di negara lain lebih dari itu. Malaysia saja 90 persen," ucapnya.
Pantauan detikbandung, sekitar pukul 11.00 WIB, massa di halaman Gedung Alumni Unpad makin banyak. Kini jumlahnya di atas 20 orang. Sulit dibedakan antara aktivis dan polisi yang memakai pakaian bebas, sebab mereka membaur.
(ern/ern)











































