Kongres Nasional Golongan Putih (Golput) ke-2 yang sedianya akan digelar di Gedung Alumni Unpad Jalan Singaperbangsa No 1, Minggu (17/5/2009) selama satu hari, batal. Sebab pihak gedung secara mendadak menolak tempatnya dijadikan tempat kongres. Saat ini pintu gedung tertutup rapat dan terkunci dari dalam.
Sri Bintang Pamungkas, sebagai Ketua Penyelenggara Kongres Nasional Golput, mengaku kecewa. Menurutnya panitia sudah menyebar 250 undangan untuk seluruh provinsi di Indonesia. Setiap provinsi mengirimkan sebanyak lima orang.
"Waktu di Jogya digebuki, dan sekarang di gedung alumni ditolak dan pintu tertutup," katanya kepada wartawan di temui di Gedung Alumni Unpad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya panitia di Bandung sudah berusaha mencari alternatif tempat pada Sabtu kemarin, tapi mereka terus dibuntuti polisi. Awalnnya mau pakai taman Ganesa, tapi panitia diancam oleh polisi yang membuntutinya," ungkap Sri Bintang.
"Ya kalau sudah minta izin baik-baik tak diizinkan, mau gimana lagi. Ya sudah enggak akan digelar kongresnya. Lagipula sebenarnya acara seperti ini tak perlu ada izin," kata Sri Bintang.
Pantauan detikbandung di halaman gedung, terlihat kurang dari 10 orang peserta yang sudah datang, yang berasal dari Jogya, Medan, dan Bandung. Mereka duduk-duduk di tangga gedung. Terlihat juga polisi yang mengenakan pakaian biasa, bukan seragam, berada tak jauh dari mereka.
Sebelumnya pada Kongres pertama di Yogyakarta pekan lalu, polisi membubarkan kongres di Hotel Satya Graha dan mengamankan Sri Bintang dan beberapa panitia lainnya. (ern/ern)











































