Seperti dituturkan oleh salah seorang warga di Jalan Citarip Barat Iin Lestari (39). Dirinya mengaku masih awam mengenai penyakit yang menjadi isu kesehatan internasional tersebut. Menurutnya, hingga sekarang dirinya hanya mengetahui gejala flu babi hanya sebatas dari mulut ke mulut saja.
"Orang kesehatan harusnya turun langsung ke kita, karena selama ini kita nggak tahu gimana sakit itu bisa nular," kata Iin saat ditemui detikbandung di kios tempatnya berjualan yang tidak jauh dari Puskesmas Citarip, Jumat (15/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandung. "Ya takut aja, lagian kita nggak tahu gimana antisipasinya," keluh Iin.
Senada dengan Iin, salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengatakan dirinya resah akan temuan pasien dugaan terjangkit flu babi di daerah yang tidak
jauh dari kediamannya. "Kita belum tahu penyakit itu kayak gimana bahayanya karena selama ini hanya tahu dari tivi saja," ujar warga tersebut.
Ia pun berharap Dinas Kesehatan Kota segera mensosialisasikan perihal penyakit flu babi kepada warga sekitar sehingga warga bisa mengantisipasi sejak dini. "Jelas kita khawatir, tahu saja tidak penyakit kayak gitu," protesnya.
Tim dokter penanganan penyakit infeksi khusus RSHS Bandung menetapkan EK (31) sebagai suspect pertama H1N1 setelah mengetahui riwayat perjalanan EK ke dua negara, Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang positif terjangkit flu babi.
(ahy/tya)










































