Peryataan tersebut dikatakan anggota tim penanganan penyakit infeksi khusus RSHS Bandung Anggraeni Alam saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Jumat (15/5/2009).
"Kondisinya masih stabil sama seperti kemarin saat masuk ke Ruang Flamboyan, mudah-mudahan seperti itu," kata Anggraini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan, imbuhya, tetap mengacu pada prosedural tetap penanganan pasien suspect flu babi dengan menggunakan perlengkapan APP (Alat Perlindungan Perseorangan) lengkap bagi para tim medik yang menangani EK.
Sebelumnya diberitakan, tim dokter penanganan penyakit infeksi khusus RSHS Bandung menetapkan EK sebagai suspect pertama H1N1 setelah mengetahui riwayat perjalanan EK ke dua negara, Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang positif terjangkit flu babi.
Dalam perjalanan pulang ke Indonesia, 12 Mei 2009, EK sempat diperiksa tim dokter di Bandara Seoul, Korea Selatan, karena terdeteksi mengalami panas yang cukup tinggi. Meski demikian EK dinyatakan negatif terjangkit flu babi oleh dokter bandara.
Setelah menjalani pemeriksaan selama 9 jam di Bandara Seoul, EK kembali terbang ke Indonesia melalui Bandara Cengkareng. EK lolos dari deteksi Thermal Detector bandara karena suhu badannya yang sudah mulai menurun.
Sesampai di rumah EK kembali mengeluhkan sakit tenggorokan dan panas tinggi yang kemudian berinisiatif memeriksakan kesehatan di Puskesmas setempat dan dirujuk ke RSHS Bandung untuk dilakukan isolasi di Ruang Flamboyan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/tya)











































