Melongok Islam di Jerman

Melongok Islam di Jerman

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2009 07:26 WIB
Melongok Islam di Jerman
Bandung - Bagi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim, kehidupan Islam di negara-negara maju yang sekuler menjadi begitu menarik. Meski termasuk golongan minoritas, di beberapa negara umat muslim bisa hidup berdampingan dengan umat agama lain. Begitupun dengan Jerman.

Untuk menampilkan itu, maka seorang fotografer Jerman Wilfried Dechau membingkai kehidupan umat muslim di Jerman dalam 60 reportase foto yang disajikan dalam pameran berjudul 'Masjid-masjid di Jerman'.

Goethe Institute sebagai penyelenggara sebelumnya sudah menggelar pameran di Universitas Paramadina Jakarta dan kini pameran sedang berlangsung di Universitas Islam Bandung dari 6-20 Mei 2009. Rencananya, pameran ini juga akan dibawa ke Malaysia, Singapura, India, Turki dan Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah rasa ingin tahu Dechau yang membuat dia berkeliling selama Maret dan April tahun lalu untuk memotret Masjid-masjid di beberapa wilayah Jerman seperti Pforzheim, Manneheim, Hamburg, Stuttgart dan wilayah lainnya. Beragam visualisasi nyata tentang kehidupan muslim Jerman terlihat saat suasana sembahyang Jumat, para imam, anak-anak, jemaah yang tengah membaca qur'an, juga keindahan arsitektur dan kubah-kubah masjid di Jerman.

Sampai saat ini di Jerman tercatat 2.600 mushola yang sebagian sudah ada sejak tahun 1970-an dan ada 120 masjid yang sudah ada, sedang dibangun atau masih dalam tahap rencana.

Sisi menarik inilah yang membuat Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Jerman tertarik untuk memamerkan keberadaan-keeberadaan masjid di Jerman. Seperti dikemukakan Cultural Project Officer Goethe Institut Bandung Sulastri Madjid adanya keinginan utuk memperlihatkan pada Indonesia yang mayoritasnya muslim tentang keberadaan Islam di negara dengan budaya berbeda.

"Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim kita ingin memperlihatkan adanya budaya lain," tutur Sulastri.

Di Jerman, ujar Sulastri, Islam berkembang dari penduduk imigran yang mayoritas berasal dari Turki. Kelompok minoritas inilah yang membangun sebuah peradaban Islam di Jerman dan hidup menyatu dengan kebudayaan Jerman.

(ema/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads